Geliat olahraga berbasis komunitas kini tidak lagi sekadar urusan menjaga kebugaran fisik dan keringat semata. Di era modern ini, aktivitas olahraga yang telah menyatu dengan gaya hidup masyarakat urban menjelma menjadi ceruk pasar baru yang sangat potensial bagi industri kreatif. Transformasi ini menjadi momentum penting yang ditangkap oleh Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih dinamis dan inklusif.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa pendekatan gaya hidup yang bertumpu pada partisipasi aktif publik terbukti ampuh menggerakkan berbagai subsektor kreatif. Ketika sebuah kegiatan olahraga diselenggarakan, efek bergandanya langsung dirasakan oleh banyak pihak. Industri desain pakaian olahraga (apparel), jasa dokumentasi visual seperti fotografi, manajemen acara (event organizer), media, hiburan, hingga pelaku kuliner lokal semuanya mendapatkan ruang untuk bertumbuh dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Riefky menekankan pentingnya mereplikasi model pengembangan berbasis komunitas ini ke berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, potensi ekonomi kreatif di daerah akan jauh lebih cepat berkembang jika diintegrasikan dengan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat lokal. Langkah ini tidak hanya akan melahirkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Untuk membangun ekosistem industri olahraga yang kompetitif, Riefky menawarkan formula kolaborasi heksaheliks. Formula ini melibatkan sinergi erat antara enam pilar utama, yakni pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media massa, dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang solid dan inklusif ini, ajang olahraga tidak lagi dipandang sebagai kompetisi fisik semata, melainkan menjadi wadah pemersatu bangsa sekaligus panggung utama bagi produk-produk kreatif lokal untuk unjuk gigi di pasar nasional.
Implementasi nyata dari konsep ini baru saja ditunjukkan melalui peluncuran kegiatan lari bertajuk 'Garuda Finishers' di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Jakarta pada Minggu (26/7). Kegiatan lari santai sejauh lima kilometer ini diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Acara ini sukses mengumpulkan sekitar 600 pelari yang berasal dari 48 komunitas lari dari berbagai daerah, lengkap dengan kehadiran panggung hiburan dan pelaku industri kuliner kreatif yang memeriahkan suasana.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah berharap momentum kolaborasi ini dapat terus dijaga dan diduplikasi di kota-kota lain. Dengan menyatukan semangat olahraga dan kreativitas, ekosistem sport economy di Indonesia diharapkan dapat tumbuh semakin kokoh. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya berpusat di kota besar, melainkan tersebar merata dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.






