Selama enam pekan, pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta berubah menjadi ruang publik yang tak pernah sepi. Dari kawasan Sudirman hingga Jakarta Timur, deretan mal dipadati warga lokal dan wisatawan yang berburu potongan harga, hiburan, serta kemeriahan undian. Bukan hanya lokasi transaksi, tempat-tempat itu menjelma titik temu berbagai lapisan masyarakat yang haus akan pengalaman belanja luring setelah sekian lama menikmati kemudahan digital.
Geliat itu tercermin dalam angka final Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026. Ketua Pelaksana FJGS 2026, Mualim Wijoyo, menyebut perolehan transaksi menembus Rp16,8 triliun, melampaui target awal sebesar Rp16 triliun. Artinya, ada kenaikan sekitar 5 persen di atas proyeksi yang sempat dipatok. “Hasil ini mengonfirmasi bahwa pusat perbelanjaan masih memegang peran vital menggerakkan roda ekonomi Jakarta,” ujar Mualim. Ia menekankan, capaian itu tak lepas dari sokongan pemerintah provinsi, anggota APPBI DPD DKI Jakarta, penyewa, jenama, sponsor, media, serta masyarakat dan wisatawan yang meramaikan festival.
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Elektronik Diskon 50% dan Tambahan 20%

Sejumlah momentum tumpah ruah menjadi katalis. Libur sekolah yang panjang dan rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta menciptakan lalu lintas pengunjung yang tinggi. Di sisi lain, strategi diskon agresif dari para peritel, ditambah program undian e-ShopperCard yang melibatkan 49 pusat belanja, turut memicu antrean di kasir. Semua ini menunjukkan bahwa sentuhan promosi yang tepat waktu mampu mengerek konsumsi rumah tangga di tengah tren belanja hibrida.
Di luar tradisi belanja konvensional, festival edisi kali ini juga menjadi etalase penetrasi layanan keuangan digital. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan signifikan melalui superapps balé by BTN. SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengungkapkan bahwa pada semester I 2026, balé telah dipakai lebih dari 4,3 juta pengguna. Ekosistem digital BTN kini mencakup 344.000 lebih pedagang, 14.000 pengembang, dan terhubung dengan 59 pemerintah daerah. Angka transaksi melalui aplikasi itu melesat 41,6 persen secara tahunan menjadi 2,63 miliar transaksi, sedangkan nilainya melonjak 55,3 persen ke Rp134 triliun. “Kami melihat antusiasme terhadap transaksi digital terus meningkat. Kolaborasi dengan FJGS merupakan bagian dari strategi memperluas adopsi sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran bagi merchant dan pelaku usaha,” kata Thomas.
Jalan Panjang Sarjana Mencari Makna dan Pekerjaan

FJGS 2026 mencerminkan pertemuan dua arus: pusat belanja yang tetap menjadi ruang sosial tak tergantikan dan layanan digital yang kian menyatu dalam keseharian. Dari 104 pusat belanja yang ambil bagian, terlihat bahwa kolaborasi antara pengelola properti, pemerintah, dan penyedia sistem pembayaran bisa menjadi resep mendorong konsumsi domestik. Jika ajang serupa terus dirawat dengan penyegaran program, potensi transaksi bisa terus menjauh dari sekadar angka dan berubah menjadi fondasi pemulihan sektor ritel yang lebih kokoh.






