apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Sains & Lingkungan

Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Parlin SinagaDiterbitkan 3 Agu 2026 - 12.24 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Fenomena munculnya sejumlah besar udang ke permukaan air hingga naik ke daratan di aliran sungai Kalimantan Selatan baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Peristiwa yang tidak biasa ini memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Untuk memberikan pemahaman yang jelas dan berbasis ilmiah, Guru Besar Budidaya Perairan IPB University, Prof Sri Nuryati, memberikan tinjauan mendalam mengenai perilaku biota air tersebut.

Menurut Prof Sri Nuryati, perilaku udang yang meninggalkan dasar sungai merupakan sinyal kuat adanya gangguan serius pada habitat alami mereka. Secara alami, udang tergolong sebagai biota akuatik yang bersifat demersal. Artinya, makhluk hidup ini menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di dasar perairan. Ketika udang-udang tersebut mulai bergerak naik ke permukaan bahkan hingga ke daratan, hal itu menandakan bahwa kondisi di dasar air sudah tidak lagi mendukung kelangsungan hidup mereka.

Lebih lanjut, Prof Sri Nuryati menjelaskan bahwa apabila tidak ditemukan gejala klinis penyakit pada tubuh udang yang naik tersebut, maka faktor kualitas lingkungan air menjadi kecurigaan utama. Gangguan di dasar perairan ini biasanya berkaitan erat dengan kadar oksigen terlarut yang berada dalam kondisi kritis. Krisis oksigen di dasar sungai umumnya dipicu oleh akumulasi atau penumpukan bahan organik yang tinggi di area tersebut.

Baca Juga

Hubungan Stres dan GERD, Bagaimana Pikiran Memengaruhi Asam Lambung

Hubungan Stres dan GERD, Bagaimana Pikiran Memengaruhi Asam Lambung

Proses penguraian bahan organik yang menumpuk ini dilakukan oleh mikroba. Dalam proses dekomposisi tersebut, mikroba membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya, ketersediaan oksigen bagi biota yang hidup di dasar perairan, seperti udang, menjadi sangat menipis dan memicu mereka untuk bermigrasi ke atas guna mencari oksigen. Kondisi ini berbeda dengan ikan yang bersifat pelagis atau hidup di kolom air bagian atas. Ikan pelagis cenderung masih bisa bertahan hidup lebih baik karena lapisan air bagian atas biasanya masih memiliki pasokan oksigen yang lebih memadai dibandingkan dengan lapisan dasar sungai.

Untuk memastikan penyebab pasti dari fenomena ini, Prof Sri Nuryati menyarankan kepada instansi terkait agar segera mengambil langkah nyata. Langkah yang disarankan adalah mengambil sampel air dan sedimen secara langsung dari titik lokasi kejadian. Sampel-sampel tersebut kemudian harus dibawa ke laboratorium untuk menjalani pengujian klinis dan lingkungan guna mendapatkan data yang akurat mengenai parameter kualitas air dan kandungan sedimen di sungai tersebut.

Baca Juga

Ramalan Zodiak Pisces dan Aries Selasa, 25 Agustus 2026

Ramalan Zodiak Pisces dan Aries Selasa, 25 Agustus 2026

Di sisi lain, Provinsi Kalimantan Selatan saat ini juga sedang menghadapi sejumlah tantangan lingkungan dan sosial lainnya. Areal persawahan di provinsi ini dilaporkan sedang mengalami kekeringan yang cukup parah dan terancam mengalami gagal panen atau puso akibat dampak musim kemarau yang panjang. Guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel berencana segera melakukan pembasahan kembali atau rewetting pada lahan-lahan gambut yang kritis untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar.

Selain masalah kekeringan, infrastruktur di Kalimantan Selatan juga mengalami kendala. Jalan Martapura Lama Km 5,5 yang terletak di Sungai Lulut dilaporkan ambles akibat terkikis oleh erosi sungai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel kini tengah mempertimbangkan opsi penutupan total jalur tersebut selama masa perbaikan yang diperkirakan memakan waktu satu bulan. Sementara itu, di tengah berbagai tantangan ini, agenda daerah tetap berjalan, salah satunya adalah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Kalsel yang dipusatkan di Gedung Idham Khalid, Banjarbaru, pada Kamis (23/7) yang dihadiri oleh ratusan anak.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

lingkungan hidupKalimantan SelatanUdangIPB UniversityFenomena Alam

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap