apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Keuangan

Era Suku Bunga Tinggi, Bankir Cemas Likuiditas Mengetat dan Margin Keuntungan Tertekan

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 11.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Era Suku Bunga Tinggi, Bankir Cemas Likuiditas Mengetat dan Margin Keuntungan Tertekan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kondisi likuiditas di industri perbankan Indonesia kini tengah menghadapi tantangan serius seiring dengan bertahannya era suku bunga tinggi. Kekhawatiran para pelaku industri perbankan kian meningkat setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, menyusul kenaikan sebesar 100 basis poin sepanjang tahun 2026. Tekanan ini tercermin dari data penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dirilis Bank Indonesia pada Juni 2026, yang tercatat sebesar Rp9.718,8 triliun. Meskipun angka tersebut tumbuh 8,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), laju pertumbuhan ini melambat secara signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mampu mencapai 10,8% yoy.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa biaya pendanaan perbankan saat ini memang sedang merangkak naik. Menurutnya, peningkatan biaya dana ini tidak lepas dari imbas kebijakan suku bunga acuan serta berbagai kebijakan lain yang berkaitan dengan program-program pemerintah. Dampak dari kenaikan biaya dana ini mulai mengikis tingkat keuntungan bank. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan Net Interest Margin (NIM) perbankan per Mei berada di level 4,36%, mengalami penurunan dari posisi akhir tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 4,56%.

Baca Juga

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Begini Respons Purbaya

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Begini Respons Purbaya

Persaingan dalam memperebutkan dana di pasar pun semakin sengit. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), Nixon Napitupulu, mengakui bahwa perebutan likuiditas ini telah memicu bank-bank untuk mengerek naik suku bunga tabungan mereka. Menurut pengamatannya, bank-bank swasta kecil saat ini bahkan masih menawarkan penawaran (bid) suku bunga tabungan yang cukup tinggi. Selain itu, tantangan likuiditas juga dirasakan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang sempat menghadapi penarikan saldo anggaran lebih (SAL). Untuk meredam persaingan yang terlampau ketat, Nixon meminta adanya koordinasi terkait penawaran (bidding) yang dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) agar tingkat suku bunga tidak terdorong terlalu tinggi ke atas. Dari sisi operasional, BTN juga didukung oleh jajaran direksi lainnya, termasuk Hirwandi Gafar selaku Direktur Consumer Banking BTN.

Tantangan ini juga diamini oleh Hery Gunardi, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Hery menjelaskan bahwa profitabilitas industri perbankan secara umum akan mengalami tekanan apabila suku bunga acuan bank sentral terus meningkat. Tekanan ini terjadi karena perbankan tidak dapat secara instan menaikkan suku bunga kredit mereka kepada nasabah. Hery menekankan adanya waktu transmisi yang dibutuhkan agar perubahan suku bunga acuan dapat sepenuhnya diterapkan pada suku bunga kredit perbankan.

Baca Juga

Memahami Kejatuhan IHSG, Rincian Sektor, Saham Pemberat, dan Tekanan Global

Memahami Kejatuhan IHSG, Rincian Sektor, Saham Pemberat, dan Tekanan Global

Di sektor perbankan syariah, kekhawatiran serupa juga muncul. Direktur Utama PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) sekaligus Sekretaris Jenderal Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Koko Tjatur Rachmadi, menyatakan bahwa tingginya BI rate dipastikan akan meningkatkan biaya pembiayaan. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas pembiayaan yang disalurkan oleh bank. Koko pun menaruh harapan besar agar pergantian kepemimpinan atau adanya Gubernur Bank Indonesia yang baru dapat membantu memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai di pasar. Sementara itu, dari sektor bank pembangunan daerah, PT BPD Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mengakui adanya tren kenaikan suku bunga deposito. Perwakilan Bank Jatim, Winardi, menyatakan bahwa meskipun saat ini kondisi likuiditas perseroan masih tergolong cukup longgar (ample), pihaknya tetap bersiap mengantisipasi kondisi pasar yang diperkirakan akan semakin menantang ke depan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKperbankanBank Indonesiasuku bungaLPSLikuiditas

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon, Apa Untungnya?Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Begini Respons PurbayaMengenang H. A Bakri bin HM Musa, Anggota DPR RI dan Tokoh PAN yang BerpulangMengapa Seorang Ibu di Lampung Melahirkan di Mobil? Ini Kronologi dan PenjelasannyaTawuran Maut di Cilincing, Pemuda Tewas dengan Tangan Terputus Usai Pesta MirasHeboh Usulan Perempuan Punya Empat Suami di Thailand, Mengapa Janji Kampanye Ini Menuai Kontroversi?Semua Barang Mahal! Tetangga RI Potong Pajak & Bantu Warga BelanjaKemenkeu Cairkan Klaim Asuransi BMN Senilai Rp27 Miliar Akibat Bencana di Sumatera

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap