Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjabarkan empat agenda riset prioritas yang harus dihadapi oleh bank sentral secara global di masa depan. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk menavigasi dinamika ekonomi yang kian kompleks, mulai dari fragmentasi geopolitik hingga penetrasi kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan. Arahan tersebut disampaikan secara langsung saat membuka Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-20 dan Call for Papers yang diselenggarakan di Bali pada 31 Juli 2026.
Konferensi internasional tahun ini mengusung tema spesifik, yaitu "Central Banking at the Crossroads of Geoeconomic Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks". Fokus pembahasan diarahkan pada posisi krusial bank sentral yang kini berada di persimpangan jalan akibat pergeseran kekuatan ekonomi dunia, transformasi teknologi yang melaju cepat, serta munculnya risiko-risiko sistemik baru. Minat akademisi global terhadap isu ini tergolong tinggi. Bank Indonesia mencatat sebanyak 354 naskah lengkap dari 34 negara masuk dalam proses seleksi untuk berkontribusi dalam mencari solusi atas tantangan-tantangan tersebut.








