apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Empat Agenda Riset Utama Bank Sentral di Tengah Fragmentasi Global dan Era AI

Domu TobingDiterbitkan 6 Agu 2026 - 02.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Empat Agenda Riset Utama Bank Sentral di Tengah Fragmentasi Global dan Era AI
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjabarkan empat agenda riset prioritas yang harus dihadapi oleh bank sentral secara global di masa depan. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk menavigasi dinamika ekonomi yang kian kompleks, mulai dari fragmentasi geopolitik hingga penetrasi kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan. Arahan tersebut disampaikan secara langsung saat membuka Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-20 dan Call for Papers yang diselenggarakan di Bali pada 31 Juli 2026.

Konferensi internasional tahun ini mengusung tema spesifik, yaitu "Central Banking at the Crossroads of Geoeconomic Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks". Fokus pembahasan diarahkan pada posisi krusial bank sentral yang kini berada di persimpangan jalan akibat pergeseran kekuatan ekonomi dunia, transformasi teknologi yang melaju cepat, serta munculnya risiko-risiko sistemik baru. Minat akademisi global terhadap isu ini tergolong tinggi. Bank Indonesia mencatat sebanyak 354 naskah lengkap dari 34 negara masuk dalam proses seleksi untuk berkontribusi dalam mencari solusi atas tantangan-tantangan tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Agenda pertama yang ditekankan oleh Destry adalah penguatan pemahaman mengenai transmisi kebijakan moneter di tengah meningkatnya fragmentasi geoekonomi. Ketegangan geopolitik global dan kebijakan proteksionisme perdagangan dinilai berpotensi mengganggu jalur transmisi kebijakan yang selama ini berjalan secara konvensional. Sementara itu, agenda kedua berfokus pada pendalaman kajian mengenai perkembangan keuangan digital dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral. Kajian ini mencakup berbagai aspek modern yang sedang berkembang pesat seperti sistem pembayaran digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, teknologi finansial (fintech), pengelolaan aset kripto, hingga perumusan mata uang digital bank sentral.

Baca Juga

YLKI, Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Timbulkan Kerugian Ganda bagi Konsumen

YLKI, Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Timbulkan Kerugian Ganda bagi Konsumen

Agenda ketiga berkaitan erat dengan mitigasi ketidakpastian masa depan melalui pengembangan alat ukur risiko sistemik dan pengawasan makrofinansial yang lebih adaptif. Langkah ini bertujuan agar otoritas moneter mampu mengantisipasi berbagai jenis ancaman baru yang sebelumnya tidak masuk dalam kerangka risiko tradisional, mulai dari ancaman kejahatan siber hingga dampak sistemik dari perubahan iklim terhadap stabilitas keuangan. Terakhir, prioritas keempat yang harus dipenuhi oleh bank sentral adalah memperkuat kredibilitas kelembagaan serta mengoptimalkan komunikasi kebijakan guna menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi.

Selain keempat prioritas riset tersebut, tantangan praktis di lapangan juga diutarakan oleh Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. Dalam pemaparannya, ia menyoroti dilema klasik yang kini semakin rumit untuk dikelola oleh pengambil kebijakan, yaitu trilema kebijakan. Otoritas keuangan saat ini dituntut untuk mampu menyeimbangkan tiga hal sekaligus secara bersamaan: menjaga stabilitas nilai tukar mata uang, mengelola mobilitas arus modal lintas batas, serta mempertahankan independensi kebijakan moneter dalam negeri agar tidak terintervensi oleh tekanan eksternal.

Baca Juga

Rincian Capaian Keuangan PT Blue Bird Tbk Semester I 2026 yang Menembus Rp2,97 Triliun

Rincian Capaian Keuangan PT Blue Bird Tbk Semester I 2026 yang Menembus Rp2,97 Triliun

Melalui pelaksanaan konferensi internasional BMEB ke-20 ini, Bank Indonesia berharap hasil riset dan naskah ilmiah yang terkumpul dapat memberikan perspektif baru serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional maupun global dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank Indonesiakeuangan digitalKebijakan MoneterBMEB 2026

Berita Terbaru Lainnya

YLKI, Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Timbulkan Kerugian Ganda bagi KonsumenRincian Capaian Keuangan PT Blue Bird Tbk Semester I 2026 yang Menembus Rp2,97 TriliunLikuiditas Jadi Kunci Utama JFX Bangun Harga Referensi Komoditas IndonesiaMengapa Perusahaan Panas Bumi Seperti PGEO Melirik Bisnis Data Center?Bank DBS Indonesia Ungkap Peluang Investasi di Tengah Ketidakpastian GlobalKakorlantas Pastikan Kabar Kenaikan Denda dan Tilang Manual Penuh 2026 Adalah HoaksTiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumutan Riau DitangkapTruk Boks Terguling di Interchange Karawang Barat Akibat Jalan Bergelombang

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap