apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekspor Nikel RI Tersendat Kandungan Logam Tanah Jarang, Bahlil Buka Suara

Andi TobanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 10.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekspor Nikel RI Tersendat Kandungan Logam Tanah Jarang, Bahlil Buka Suara
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Mengapa sejumlah pengiriman produk nikel Indonesia belakangan ini dilaporkan tertahan dan mengalami hambatan untuk masuk ke pasar global? Pertanyaan ini terus mengemuka di kalangan pelaku usaha setelah munculnya laporan mengenai pengetatan pemeriksaan komoditas tambang di pelabuhan. Hambatan pengapalan tersebut rupanya berkaitan erat dengan kewajiban uji laboratorium tambahan terhadap kandungan mineral tertentu sebelum dokumen ekspor dapat diterbitkan oleh pihak berwenang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai kendala ekspor yang menimpa sejumlah produk nikel tanah air ini. Bahlil membenarkan bahwa tersendatnya pengiriman komoditas tersebut disebabkan oleh adanya kandungan Logam Tanah Jarang

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
(LTJ) yang terdeteksi sebagai mineral ikutan. Secara khusus, pengapalan produk nickel pig iron (NPI) menjadi salah satu yang terhambat karena harus menjalani pengujian tambahan untuk mendeteksi keberadaan unsur LTJ sebelum memperoleh izin ekspor resmi.

Pihak Kementerian ESDM sendiri telah melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Hasil pemeriksaan internal menunjukkan bahwa beberapa produk hasil hilirisasi mineral, khususnya nikel dan tembaga, memang masih membawa unsur logam tanah jarang di dalamnya. Bahlil menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah sebuah keanehan di sektor pertambangan, melainkan konsekuensi logis dari tahap pengolahan yang belum selesai sepenuhnya. Produk seperti NPI tersebut pada fase ini belum menjadi produk akhir yang murni.

Baca Juga

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Menurut perhitungan dari Kementerian ESDM, tingkat pemurnian atau pengolahan produk seperti NPI saat ini baru berkisar antara 40 persen hingga 50 persen dari keseluruhan proses. Dengan kondisi pengolahan yang baru mencapai separuh jalan tersebut, keberadaan komponen mineral lain di dalam produk ekspor tidak dapat dihindari. Bahlil menerangkan bahwa karena statusnya yang baru setengah diolah, maka di dalam produk tersebut pasti masih terdapat campuran mineral lain, termasuk unsur besi dan berbagai jenis mineral ikutan lainnya yang secara alami terkandung dalam bijih mentah.

Kondisi ekspor ini diperumit oleh fakta bahwa Indonesia saat ini belum memiliki industri khusus yang didedikasikan untuk mengolah LTJ sebagai mineral ikutan secara mandiri. Tanpa adanya fasilitas pemisahan dan pengolahan domestik yang memadai, kandungan LTJ tersebut akhirnya tetap melekat pada produk setengah jadi yang diproduksi oleh fasilitas pemurnian lokal.

Baca Juga

LPS Bantah Isu Masyarakat Makan Tabungan, Sebut Simpanan Nasabah Kecil Tetap Tumbuh

LPS Bantah Isu Masyarakat Makan Tabungan, Sebut Simpanan Nasabah Kecil Tetap Tumbuh

Untuk mengatasi kebuntuan regulasi dan operasional ini, pemerintah kini tengah memetakan langkah-langkah penyelesaian yang menyeluruh. Kebijakan ini diambil agar kegiatan industri yang telah dijalankan oleh para investor di dalam negeri tidak terganggu dan tetap dapat beroperasi secara berkelanjutan. Langkah taktis yang disiapkan oleh pemerintah meliputi penyusunan mekanisme pengelolaan atau kanalisasi khusus bagi LTJ yang berstatus sebagai mineral ikutan agar memiliki jalur distribusi yang jelas dan legal.

Terkait penyelesaian hambatan ekspor ini, Bahlil juga menggarisbawahi pembagian kewenangan yang jelas di tingkat pemerintahan. Kementerian ESDM memiliki tanggung jawab penuh pada sektor hulu serta penerbitan izin operasional untuk industri pengolahan mineral. Sementara itu, otoritas untuk mengatur jalannya perdagangan internasional dan menerbitkan izin pengapalan barang ke luar negeri berada di bawah wewenang kementerian lain yang memiliki otoritas ekspor. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan dapat segera mengurai sumbatan logistik yang saat ini dihadapi oleh para eksportir nikel nasional.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

logam tanah jarangKementerian ESDMBahlil LahadaliaEkspor Nikel

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Pembentukan Satgas Pajak Kota Cirebon Menuai Kritik dari Pelaku UsahaKekalahan dari Vietnam Geser Indonesia ke Posisi Tiga, Berikut Klasemen dan Jadwal Piala AFF Hari IniIHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan AnalisLPS Bantah Isu Masyarakat Makan Tabungan, Sebut Simpanan Nasabah Kecil Tetap TumbuhDPR dan Pemerintah Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji demi TransparansiHasil D'Academy 8 Grup 4 Top 37, Sakhi Binjai Tersenggol dan Penyesuaian Jadwal TerbaruPersaingan Sengit Semifinal Piala Presiden 2026 dan Fase Grup Piala AFF Mewarnai Jadwal Bola 4-5 AgustusTragedi Kebakaran TPS Liar Kramat Jati dan Urgensi Pembenahan Sampah Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap