apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekonom Apresiasi Langkah Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan

Parlin SinagaDiterbitkan 29 Jul 2026 - 16.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonom Apresiasi Langkah Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bank Indonesia (BI) secara resmi memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juli 2026. Selain menetapkan suku bunga acuan utama tersebut, bank sentral juga memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,75%, serta suku bunga Lending Facility di level 6,50%. Keputusan mempertahankan tingkat suku bunga ini menuai apresiasi dari kalangan ekonom, yang menilai langkah tersebut sebagai strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas moneter sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Langkah yang diambil oleh Bank Indonesia ini tergolong menarik karena berada di luar ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Sebelumnya, konsensus dan ekspektasi pasar memperkirakan adanya kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00% pada pertemuan bulan Juli 2026. Keputusan untuk menahan suku bunga ini diambil setelah bank sentral melakukan langkah agresif dengan mengakumulasikan kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 100 bps sepanjang bulan Mei hingga Juni 2026. Kebijakan penahanan ini juga dilakukan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, salah satunya dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sempat mendorong harga minyak mentah dunia melonjak hingga di atas US$ 90 per barel.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, memaparkan analisisnya mengenai arah kebijakan moneter ini ke depan. Dalam skenario dasar (baseline scenario) yang dirancang oleh timnya, Bank Indonesia diproyeksikan akan terus mempertahankan BI-Rate di level 5,75% hingga pengujung tahun 2026. Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya faktor ketidakpastian global yang bisa mengubah arah kebijakan tersebut. Apabila kondisi makroekonomi memburuk secara signifikan, Josua menyebutkan bahwa dalam skenario negatif, BI-Rate memiliki potensi untuk dikerek naik hingga menyentuh level 6,50%.

Baca Juga

Telkom Raih Lestari Award 2026 Berkat Program Pengembangan Talenta Berkelanjutan

Telkom Raih Lestari Award 2026 Berkat Program Pengembangan Talenta Berkelanjutan

Optimisme senada juga diungkapkan oleh Ekonom Makro Bank Tabungan Negara (Persero), Myrdal Gunarto. Menurut pandangannya, keputusan BI untuk tidak menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini akan memberikan stimulus positif bagi aktivitas dunia usaha di tanah air. Dengan kebijakan moneter yang tetap akomodatif ini, Myrdal memperkirakan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh lebih agresif di atas level 5,15% sepanjang tahun ini. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mengendalikan laju inflasi nasional agar tetap berada dalam sasaran target sebesar 2,5卤1% untuk periode tahun 2026 dan 2027.

Kepercayaan pasar terhadap ketahanan ekonomi nasional juga tecermin dari stabilnya berbagai indikator makro. Lembaga pemeringkat internasional S&P baru-baru ini mempertahankan peringkat kredit (credit rating) Indonesia dengan prospek (outlook) yang stabil. Dari sisi nilai tukar, mata uang rupiah menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan mencatatkan penguatan ke posisi Rp17.885 per dolar AS pada tanggal 21 Juli 2026.

Baca Juga

Tanggapi Rumor Calon Gubernur BI Baru, Purbaya Yudhi Sadewa Sebut sebagai Isu Abadi

Tanggapi Rumor Calon Gubernur BI Baru, Purbaya Yudhi Sadewa Sebut sebagai Isu Abadi

Selain penguatan nilai tukar rupiah, pasar modal Indonesia juga masih menunjukkan daya tarik yang kuat bagi para pemodal global. Hal ini terlihat dari data transaksi di mana investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai akumulasi mencapai US$ 110,90 juta di pasar saham dalam negeri sepanjang periode 16 hingga 21 Juli 2026. Masuknya aliran modal asing ini memberikan tambahan likuiditas dan memperkuat stabilitas sektor keuangan domestik di tengah fluktuasi pasar global yang dinamis.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InflasiEkonomi IndonesiaBank IndonesiaRupiahsuku bungaBI Rate

Berita Terbaru Lainnya

Telkom Raih Lestari Award 2026 Berkat Program Pengembangan Talenta BerkelanjutanTanggapi Rumor Calon Gubernur BI Baru, Purbaya Yudhi Sadewa Sebut sebagai Isu AbadiGaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Ditanggung APBN pada Dua Tahun PertamaBahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik Setelah Menghadap Presiden PrabowoKemenhut Tetapkan PT GTP Sebagai Tersangka Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu BatamFenomena Bediding Landa Pulau Jawa, Suhu Dieng Mendekati Titik Beku, Bromo Tembus 3,9 Derajat CelsiusKejagung Buka-bukaan Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis di Sidang Praperadilan Lodewyk PusungDelvis Rettob Resmi Terpilih Jadi Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap