apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Dulu Pasok 43 Persen CPO Global, Nigeria Kini Impor Minyak Sawit

Parlin SinagaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.23 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dulu Pasok 43 Persen CPO Global, Nigeria Kini Impor Minyak Sawit
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Nigeria, sebuah negara di wilayah Afrika Barat, kini mengalami perubahan besar dalam lanskap industri minyak sawitnya. Wilayah yang dahulu mendominasi pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global tersebut kini kehilangan taji. Negara ini harus mengubah statusnya dari eksportir utama menjadi importir demi memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Perubahan ini menjadi sorotan mengingat sejarah panjang Nigeria di pasar kelapa sawit dunia.

Pada masa kejayaannya, Nigeria merupakan salah satu pemasok terbesar dengan menguasai pangsa pasar dan memasok sekitar 43 persen minyak sawit dunia. Namun, kontribusi Nigeria terhadap pasokan CPO global kini merosot drastis hingga hanya tersisa sekitar 2 persen. Penurunan yang sangat signifikan ini menunjukkan pergeseran besar yang membuat posisi Nigeria terpuruk di pasar internasional.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Ketimpangan antara produksi lokal dan tingkat konsumsi menjadi penyebab utama perubahan status Nigeria menjadi negara importir. Saat ini, kebutuhan minyak sawit di Nigeria mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Di sisi lain, kapasitas produksi nasional negara tersebut baru berada di kisaran 1,5 juta ton. Untuk menutupi selisih atau defisit yang mencapai lebih dari satu juta ton tersebut, Nigeria harus mengimpor minyak sawit dari Malaysia, Indonesia, dan negara produsen lainnya.

Baca Juga

Presiden Prabowo Belum Putuskan Calon Gubernur BI, Proses Seleksi Masih Berlangsung

Presiden Prabowo Belum Putuskan Calon Gubernur BI, Proses Seleksi Masih Berlangsung

Ketergantungan terhadap impor ini menuntut biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan laporan dari UN Comtrade, Nigeria menghabiskan sekitar US$155 juta untuk mengimpor minyak sawit sepanjang tahun 2024. Kondisi produksi dalam negeri Nigeria juga dipengaruhi oleh fakta bahwa sekitar 80 persen produksi sawit di sana masih dikelola oleh petani kecil. Para petani ini mengelola tanaman semi-liar dengan metode panen dan pengolahan yang masih tradisional. Tantangan di sektor ini menjadi perhatian bagi organisasi petani setempat, seperti Oil Palm Growers Association of Nigeria (OPGAN) yang dipimpin oleh Joe Onyiuke selaku Presiden OPGAN.

Kondisi yang dialami Nigeria sangat kontras dengan perkembangan industri sawit di Malaysia. Malaysia telah sukses memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar global. Pada tahun 2025, Malaysia berhasil memproduksi sekitar 20,28 juta ton minyak sawit. Dari total produksi tersebut, Malaysia mengekspor minyak sawit ke lebih dari 150 negara di berbagai belahan dunia.

Baca Juga

Demi Atasi Defisit Fiskal, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik

Demi Atasi Defisit Fiskal, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik

Keberhasilan ekspor ini memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Malaysia. Industri sawit tercatat menyumbang sekitar US$27,5 miliar devisa ekspor bagi Malaysia pada tahun 2025. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut. Selain menyumbang devisa, sektor kelapa sawit di Malaysia juga menjadi pilar lapangan kerja dengan menopang sekitar tiga juta pekerjaan melalui perkebunan, industri pengolahan, logistik, hingga produk hilir berbasis sawit.

Untuk memperluas kolaborasi industri dengan pelaku usaha setempat, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) yang kini dipimpin oleh Belvinder Sron selaku Chief Executive Officer (CEO), telah mengambil langkah strategis. MPOC mendirikan kantor perwakilan resmi di Lagos, Nigeria. Langkah ini mempererat hubungan dagang kedua negara, di mana Malaysia tercatat telah mengekspor sekitar 300 ribu ton minyak sawit beserta produk turunannya ke Nigeria dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Malaysiaminyak sawitCPONigeria

Berita Terbaru Lainnya

Presiden Prabowo Belum Putuskan Calon Gubernur BI, Proses Seleksi Masih BerlangsungDemi Atasi Defisit Fiskal, India Agresif Jual Saham BUMN ke PublikBandara Husein Sastranegara Bandung Siap Layani Penerbangan Jet Mulai 14 Agustus 2026Penembakan di Festival Lembah Baliem, Polisi Sarankan Penghentian AcaraIsmi Ulfaida Jadi Siswi Sekolah Rakyat Pertama yang Lolos Seleksi Paskibraka NasionalJumlah Investor Saham Indonesia Tembus 10,05 Juta SID, Tumbuh 16,83 PersenBGN Proses Pemecatan 66 Kepala Dapur Makan Bergizi Gratis Akibat Judi Online hingga Pungutan FeeMentan Amran Tinjau Alor Usai Terima Aspirasi Mahasiswa Undip Soal Distribusi Pangan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026