apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Dolar AS Tembus Rp 18.083, Bank Indonesia Siapkan Jurus Stabilisasi Rupiah

Nyaring AranDiterbitkan 29 Jul 2026 - 18.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dolar AS Tembus Rp 18.083, Bank Indonesia Siapkan Jurus Stabilisasi Rupiah
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pergerakan melemah hingga melewati ambang batas psikologis baru. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, mata uang AS kini telah menyentuh level Rp 18.083. Angka tersebut mencerminkan penguatan dolar AS sebesar 74 poin atau sekitar 0,41 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Menghadapi tren pelemahan mata uang garuda ini, Bank Indonesia (BI) segera menegaskan komitmen penuhnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak bergejolak terlalu dalam.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Langkah penguatan stabilitas nilai tukar rupiah ini ditempuh oleh bank sentral dengan tujuan makroekonomi yang jelas. BI berupaya menjaga agar nilai tukar yang stabil dapat mengendalikan tingkat inflasi domestik tetap berada dalam sasaran, sekaligus memberikan stimulus yang sehat guna mendorong perekonomian nasional secara keseluruhan. Penegasan mengenai komitmen dan langkah-langkah strategis ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, dalam sebuah keterangan tertulis yang dirilis pada hari Rabu, 29 Juli 2026.

Dalam keterangannya, Erwin memaparkan bahwa Bank Indonesia terus meningkatkan optimalisasi bauran kebijakan moneter untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Bank sentral tidak hanya mengandalkan instrumen suku bunga kebijakan konvensional dalam mengawal nilai tukar. Sebaliknya, BI juga mempertajam dan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter lainnya agar respons kebijakan menjadi lebih komprehensif dan efektif di pasar keuangan.

Baca Juga

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Salah satu jurus utama yang disiapkan oleh Bank Indonesia adalah dengan memanfaatkan instrumen triple intervention secara aktif di pasar valuta asing (valas). Intervensi tiga jalur ini mencakup transaksi di pasar Spot, Non-Deliverable Forward (NDF), serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Langkah intervensi ini dipadukan dengan optimalisasi instrumen moneter lainnya, khususnya melalui instrumen SRBI. Guna memaksimalkan efektivitasnya, pengelolaan SRBI tersebut ditopang pula oleh fasilitas insentif swap serta fasilitas lindung nilai atau hedging DNDF.

Selain melakukan intervensi langsung dan mengoptimalkan instrumen moneter, Bank Indonesia juga memperkuat strategi untuk menjaga kecukupan likuiditas. Likuiditas yang memadai ini dijaga baik di pasar uang maupun di lingkungan industri perbankan nasional. Terkait instrumen SRBI, Erwin mengemukakan bahwa saat ini posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali. Ke depan, bank sentral akan terus mengarahkan penerbitan SRBI agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas domestik, sekaligus berfungsi sebagai daya tarik untuk mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkokoh stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Di samping instrumen moneter dan pengelolaan likuiditas, Bank Indonesia juga memperkuat aspek makroprudensial dan sistem pembayaran. Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat untuk mendorong perbankan meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. Tidak ketinggalan, BI juga terus mengakselerasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran di tanah air. Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak tambahan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaBank IndonesiaRupiahKebijakan MoneterDolar ASKurs

Berita Terbaru Lainnya

Reformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang NegaraPerdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di KalimantanProfil Anom Widiyantoro, Dari Direktur Anak Usaha BUMN, Kini Menjadi Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPKIndosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AIMengenal Suzuki Choinori, Motor JDM Langka Super Ringan yang Kini Diburu KolektorHarga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3 Persen Menyusul Penurunan Stok AS dan Spekulasi Kebijakan OPEC+Pemerintah Pastikan Stok Pangan Surplus, Bagaimana Kondisinya di Tengah Ketidakpastian Global?

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap