Kehadiran merek otomotif baru di Indonesia kerap memicu pertanyaan krusial dari calon konsumen mengenai kesiapan layanan purna jualnya. Pertanyaan ini juga membayangi langkah Lepas Indonesia di pasar otomotif tanah air. Dalam jangka waktu 8 bulan, Lepas Indonesia telah mengumumkan kembali harga dan model yang sama untuk tipe L8, sekaligus memperkenalkan dua calon mobil baru mereka, yakni E4 dan E6. Sebagai sub-brand dari induk Chery Group yang jaringannya masih berkembang, publik pun bertanya-tanya: apakah mobil Lepas bisa diservis di bengkel resmi Chery Group lainnya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk melihat kesiapan infrastruktur purna jual yang tengah dibangun oleh Lepas Indonesia. Saat ini, perusahaan sedang mengejar target pembangunan layanan purna jual hingga mencapai 40 cabang di seluruh negeri. Dari total target tersebut, sebanyak 32 cabang masih berada dalam proses pengerjaan, sementara baru ada 6 diler yang sudah siap beroperasi. Salah satu tonggak penting dari ekspansi ini adalah pengoperasian diler Lepas pertama di dunia yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta. Selain itu, terdapat pula diler Chery dan Lepas di kawasan BSD yang dioperasikan oleh Trimegah Group.
Meskipun menyandang status sebagai bagian dari Chery Group, pemilik mobil Lepas ternyata tidak bisa melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Chery atau sub-brand lainnya. Vice Country Director Lepas Indonesia, Temmy Wiradjaja, menjelaskan bahwa prioritas pertama perusahaan adalah memastikan kendaraan Lepas dilayani langsung oleh bengkel resmi milik Lepas sendiri. Pihak manajemen menegaskan bahwa perawatan mobil harus ditangani secara mandiri oleh jaringan internal mereka demi menjaga kualitas pelayanan.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Alasan utama di balik kebijakan ini berkaitan erat dengan ketersediaan suku cadang. Temmy Wiradjaja memaparkan bahwa suku cadang khusus untuk mobil Lepas nantinya tidak akan tersedia di bengkel Chery maupun diler Chery Group lainnya. Oleh sebab itu, jika pemilik membawa mobil Lepas ke bengkel Chery biasa, proses perbaikan atau perawatan berkala tidak akan bisa dilakukan karena ketiadaan komponen resmi yang dibutuhkan.
Kebijakan pemisahan servis ini terbilang menarik karena hampir seluruh lini kendaraan Lepas sebenarnya berbagi rancangan bangun dengan model-model dari induk Chery lainnya. Sebagai contoh, model Lepas L8 memiliki kemiripan rancangan yang sangat dekat dengan Jaecoo J7 SHS. Kedua model ini sama-sama mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dengan spesifikasi teknis yang serupa.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Secara rinci, baik Lepas L8 maupun Jaecoo J7 SHS dibekali dengan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc turbo serta baterai tambahan berkapasitas 18,3 kWh. Mesin bensin pada kedua mobil ini sanggup menyemburkan tenaga sebesar 105 kW (140,8 dk) dengan torsi maksimal 215 Nm. Sementara itu, motor listrik penggeraknya mampu menghasilkan daya hingga 150 kW (201,1 dk) serta torsi puncak mencapai 310 Nm. Kendati berbagi basis teknologi dan performa mesin yang sama, keterbatasan distribusi suku cadang tetap mengharuskan pemilik Lepas untuk melakukan servis hanya di jaringan bengkel resmi Lepas.






