Bank Mandiri mencatatkan kinerja positif pada seluruh lini layanan digitalnya sepanjang semester pertama tahun 2026. Langkah transformasi teknologi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional perseroan secara signifikan di tengah persaingan industri keuangan tanah air yang kian kompetitif. Keberhasilan ini mempertegas peran teknologi sebagai motor penggerak utama bisnis perseroan.
Pertumbuhan kinerja operasional ini didorong oleh ekspansi fitur secara berkelanjutan serta peningkatan adopsi layanan digital, baik pada segmen ritel maupun segmen bisnis. Di segmen ritel, aplikasi Livin' by Mandiri mencatatkan lonjakan pengguna terdaftar yang sangat signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar aplikasi ini mencapai sekitar 41 juta, atau mengalami peningkatan sebesar 24,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Laju pertumbuhan jumlah pengguna Livin' by Mandiri tersebut ditopang oleh rata-rata penambahan sekitar 27 ribu pengguna baru setiap harinya. Peningkatan minat masyarakat untuk menggunakan aplikasi ini tidak lepas dari kehadiran berbagai fitur baru yang terus diperkenalkan oleh Bank Mandiri. Untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi secara digital, perseroan telah meluncurkan ragam fitur inovatif seperti KSM Emas, KA Deposito, Next-G, hingga layanan terintegrasi Livin' Call. Kehadiran fitur-fitur baru ini dinilai mempermudah nasabah dalam mengelola aset dan mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Di sisi lain, performa yang tidak kalah impresif juga ditunjukkan oleh platform digital khusus untuk segmen bisnis, yaitu Kopra by Mandiri. Hingga Juni 2026, Kopra by Mandiri tercatat telah melayani sekitar 354 ribu pengguna terdaftar. Angka pencapaian tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 26,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menariknya, mayoritas pengguna platform Kopra berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tercatat sebanyak 84 persen dari keseluruhan pengguna platform Kopra by Mandiri merupakan para pelaku UMKM di Indonesia. Kepercayaan para pelaku usaha terhadap platform ini didukung oleh ketersediaan berbagai fitur yang dirancang khusus untuk mempermudah transaksi bisnis mereka. Beberapa fitur yang terus dikembangkan di dalam Kopra by Mandiri antara lain adalah DHE Tracker, e-Documents Trade, serta Bank Garansi. Keberadaan fitur-fitur tersebut sangat membantu pelaku usaha dalam mengelola administrasi perdagangan dan memantau dokumen transaksi secara lebih transparan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Efektivitas dari program digitalisasi ini memberikan dampak langsung terhadap struktur biaya dan tingkat kesehatan keuangan Bank Mandiri. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa rasio efisiensi operasional perseroan menunjukkan perbaikan yang nyata. Indikator perbaikan ini terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) untuk kategori bank-only yang membaik menjadi 57,6 persen per Juni 2026. Penurunan rasio BOPO ini mencerminkan bahwa optimalisasi teknologi mampu menekan biaya operasional sekaligus mendongkrak produktivitas usaha secara keseluruhan.
Dengan pencapaian positif sepanjang semester I 2026 ini, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus melanjutkan pengembangan ekosistem digitalnya. Langkah-langkah strategis akan terus dijalankan demi memperkuat kapabilitas sistem teknologi informasi perseroan. Melalui pembaruan fitur yang berkelanjutan pada platform Livin' maupun Kopra, Bank Mandiri optimistis dapat terus memacu efisiensi operasional dan memberikan nilai tambah bagi seluruh nasabah di Indonesia.






