Peta kepemimpinan di puncak otoritas moneter tertinggi Indonesia resmi mengalami transisi penting. Setelah mengawal stabilitas nilai tukar rupiah dan merumuskan berbagai kebijakan moneter nasional selama lebih dari tujuh tahun, Perry Warjiyo memutuskan untuk menyudahi masa baktinya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pengunduran diri yang diajukan oleh tokoh yang telah memimpin bank sentral selama dua periode ini menandai berakhirnya sebuah era krusial dalam perjalanan ekonomi tanah air, sekaligus membuka babak baru di bawah kendali nakhoda sementara demi menjaga stabilitas pasar.
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengonfirmasi kabar pengunduran diri tersebut kepada awak media pada Senin, 27 Juli 2026. Saat ini, pemerintah sedang merampungkan seluruh proses administratif yang diperlukan sebelum secara resmi menerbitkan Keputusan Presiden mengenai pemberhentian secara hormat. Pratikno juga menekankan bahwa pengunduran diri ini diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, seraya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari Presiden atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan Perry selama memimpin Bank Indonesia.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Transisi kepemimpinan ini dipastikan berjalan mulus tanpa menimbulkan kekosongan kekuasaan di tubuh bank sentral. Merujuk pada koridor hukum yang tertuang dalam Undang-Undang Bank Indonesia, apabila posisi Gubernur berhalangan atau kosong, maka Deputi Gubernur Senior secara otomatis akan mengambil alih tanggung jawab sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Dengan aturan tersebut, Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dipastikan naik takhta untuk memimpin navigasi kebijakan moneter nasional agar tetap konsisten dan kredibel.
Merespons tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya, Destry Damayanti menegaskan komitmen penuh untuk menjaga kesinambungan kebijakan yang telah berjalan. Fokus utamanya adalah memastikan stabilitas sistem pembayaran serta memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional secara menyeluruh. Langkah-langkah strategis ini dinilai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perkembangan sektor riil dan penyediaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis, Destry juga menekankan bahwa Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya akan senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola kelembagaan yang baik, transparan, dan profesional. Sinergi dan koordinasi yang erat dengan pemerintah pusat juga akan terus diperkuat. Langkah ini diambil agar kebijakan moneter yang dirumuskan oleh bank sentral dapat berjalan selaras dengan kebijakan fiskal pemerintah demi menjaga kesejahteraan ekonomi nasional secara jangka panjang.






