Roda kepemimpinan di bank sentral Indonesia kini resmi berpindah haluan menyusul keputusan mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia. Dalam situasi transisi yang krusial ini, tongkat estafet kepemimpinan langsung beralih ke pundak Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, ia ditunjuk untuk menjalankan peran sebagai Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia guna memastikan stabilitas moneter nasional tetap terjaga tanpa adanya kekosongan kekuasaan.
Kepastian mengenai penunjukan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Senin (27/7). Prasetyo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan amanat langsung dari Undang-Undang Bank Indonesia. Berdasarkan payung hukum tersebut, apabila posisi gubernur lowong, maka Deputi Gubernur Senior secara otomatis mengemban seluruh tanggung jawab dan tugas sebagai penjabat gubernur sementara. Dalam konteks ini, posisi strategis tersebut saat ini dipegang oleh Destry Damayanti.
Penunjukan Destry bukanlah sebuah kebetulan, melainkan puncak dari perjalanan panjang seorang ekonom perempuan yang telah malang melintang di dunia keuangan selama lebih dari dua dekade. Fondasi keilmuannya dibangun di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum ia memperdalam keahliannya di bidang sains regional di Cornell University, New York, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master of Science. Sepulangnya ke tanah air, ia sempat mengabdikan diri di dunia akademis sebagai peneliti dan pengajar di almamaternya pada kurun waktu 2005 hingga 2006.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Sebelum kembali ke kampus, rekam jejak profesional Destry sebenarnya telah dimulai sejak awal milenium baru ketika ia dipercaya menjadi Penasihat Ekonomi Senior untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada periode 2000-2003. Kemampuannya dalam menganalisis pasar keuangan dan makroekonomi kemudian membawanya masuk ke sektor swasta. Ia tercatat pernah menduduki posisi penting sebagai Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas selama enam tahun, sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada periode 2011 hingga 2015. Kepercayaan pemerintah terhadap kapasitasnya juga terlihat saat ia ditunjuk memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada tahun 2014.
Kiprah Destry di sektor pengawasan dan stabilitas keuangan semakin solid saat ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk masa bakti 2015-2019. Di lembaga tersebut, ia memainkan peran penting dalam memperkuat sistem penjaminan nasabah perbankan nasional. Pengalaman berlapis inilah yang kemudian membawanya masuk ke jajaran petinggi bank sentral. Melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019, ia resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2019-2024, sebuah jabatan yang kembali dipercayakan kepadanya sejak Mei 2024 lalu.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kini, dengan mundurnya Perry Warjiyo, Destry menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya. Sebagai penjabat sementara, ia tidak hanya dituntut untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter yang telah berjalan, tetapi juga menavigasi arah kebijakan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pengalaman panjangnya di berbagai sektor keuangan akan menjadi modal berharga dalam memimpin lembaga otoritas moneter tertinggi di tanah air ini.






