Kursi kepemimpinan Bank Indonesia kini resmi berpindah tangan untuk sementara waktu. Pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi telah membawa Destry Damayanti ke tampuk kepemimpinan tertinggi bank sentral tersebut. Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry kini mengemban tanggung jawab besar sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Langkah ini menandai babak baru dalam arah kebijakan moneter nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Lahir di Jakarta pada tahun 1963, Destry bukanlah sosok asing di dunia keuangan tanah air. Rekam jejak akademisnya menjadi fondasi kuat bagi kepakarannya di bidang ekonomi. Setelah menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Amerika Serikat. Gelar Master of Science di bidang Regional Science berhasil diraihnya dari Cornell University, sebuah pencapaian yang memperdalam pemahamannya tentang struktur ekonomi wilayah dan makroekonomi.
Sebelum menduduki posisi strategis di bank sentral, Destry telah melanglang buana di berbagai sektor penting. Pada awal milenium baru, tepatnya periode 2000 hingga 2003, ia dipercaya menjadi Penasihat Ekonomi Senior untuk Duta Besar Inggris di Indonesia. Dedikasinya pada dunia akademis juga terlihat saat ia kembali ke almamaternya untuk mengajar dan meneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada medio 2005 sampai 2006. Kiprahnya di sektor privat pun tidak kalah cemerlang, di mana ia menjabat sebagai Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas selama enam tahun hingga 2011.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Karier profesional perempuan tangguh ini terus menanjak saat ia didapuk menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri sejak 2011 hingga 2015. Di sela-sela kesibukan perbankan tersebut, pemerintah memercayakan posisi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian Badan Usaha Milik Negara kepada dirinya pada rentang tahun 2014 hingga 2015. Portofolio kepemimpinannya semakin lengkap ketika ia ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan untuk masa jabatan 2015 hingga 2019, sebuah posisi krusial dalam menjaga stabilitas sistem perbankan nasional.
Kepercayaan negara terhadap kemampuan Destry terbukti lewat penunjukannya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019, ia resmi memangku jabatan tersebut untuk periode 2019-2024 setelah mengucap sumpah pada 7 Agustus 2019. Kinerja yang solid membuatnya kembali terpilih untuk periode kedua, yakni 2024-2029, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024. Pelantikan keduanya dilakukan pada tanggal yang sama, yaitu 7 Agustus 2024.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kini, dengan pengunduran diri Perry Warjiyo, seluruh mata tertuju pada Destry Damayanti. Pengalamannya yang membentang luas dari sektor akademis, korporasi, hingga regulasi keuangan menjadi modal utama dalam menakhodai Bank Indonesia melewati masa transisi ini. Publik menanti bagaimana langkah strategis yang akan diambil oleh sang ekonom senior dalam menjaga stabilitas rupiah dan mengawal pertumbuhan ekonomi domestik di bawah kepemimpinan sementaranya.






