Nakhoda baru kini resmi memegang kemudi kebijakan moneter Indonesia setelah lebih dari tujuh tahun berada di bawah arahan Perry Warjiyo. Langkah pengunduran diri yang diajukan oleh Perry secara mendadak menandai berakhirnya era kepemimpinan dua periode yang penuh dengan dinamika menjaga stabilitas rupiah dan mengawal perekonomian nasional dari berbagai guncangan global. Transisi kepemimpinan ini segera diantisipasi dengan penunjukan Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, untuk mengemban tanggung jawab sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia demi menjaga stabilitas pasar.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan bahwa proses administrasi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo saat ini tengah berjalan di tingkat pemerintahan. Istana sedang menyiapkan Keputusan Presiden terkait pemberhentian dengan hormat bagi bankir senior tersebut. Atas nama pemerintah, Pratikno menyampaikan apresiasi yang mendalam serta penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi Perry yang telah mengawal bank sentral melewati berbagai tantangan ekonomi yang rumit selama lebih dari tujuh tahun terakhir. Langkah pengunduran diri ini dipastikan berjalan sesuai dengan koridor hukum dan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku di tanah air.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Sesuai dengan regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang Bank Indonesia, kekosongan pada kursi tertinggi bank sentral secara otomatis diisi oleh Deputi Gubernur Senior yang bertindak sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Kehadiran Destry Damayanti di pucuk pimpinan menjadi jaminan bahwa tidak akan ada kekosongan kekuasaan di sektor moneter nasional. Mekanisme suksesi yang cepat ini dirancang untuk memastikan kebijakan strategis tetap berjalan tanpa hambatan, memberikan sinyal kepastian yang kuat bagi para pelaku pasar keuangan domestik maupun internasional yang sangat sensitif terhadap perubahan kepemimpinan di bank sentral.
Merespons mandat baru ini, Destry Damayanti menegaskan komitmen penuhnya untuk menjaga kesinambungan arah kebijakan Bank Indonesia yang selama ini telah berjalan dengan baik. Fokus utama kepemimpinannya adalah mempertahankan stabilitas sistem pembayaran dan memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional secara menyeluruh. Destry menekankan bahwa langkah-langkah strategis ini sangat krusial untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang pada akhirnya diharapkan dapat menciptakan lingkungan ekonomi kondusif bagi perkembangan sektor riil serta membuka lapangan kerja baru.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Dalam menjalankan roda organisasi bank sentral ke depan, Destry juga menggarisbawahi pentingnya penerapan tata kelola lembaga yang bersih, transparan, dan profesional. Sinergi yang erat serta koordinasi yang intensif dengan pemerintah akan terus diperkuat tanpa mengorbankan independensi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Kolaborasi yang harmonis antarlembaga ini diharapkan mampu menciptakan benteng pertahanan ekonomi yang kokoh di tengah ketidakpastian global yang masih terus membayangi perjalanan ekonomi nasional ke depan.






