Demi Hentikan Cicilan, Akuntan Palsukan Perampokan dan Lukai Diri Sendiri

Uria Anyi ApuiPublished 26 Jul 2026 - 18.45 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Demi Hentikan Cicilan, Akuntan Palsukan Perampokan dan Lukai Diri Sendiri
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Di sebuah pusat servis laptop di kawasan Mangga Dua, sebuah Lenovo Legion teronggok tenang menunggu perbaikan. Tak ada lecet rampasan jalanan, tak tersimpan rapat di sarang begal. Laptop itu justru menjadi kunci yang menjungkirbalikkan seluruh narasi seorang akuntan muda yang mengaku menjadi korban kejahatan brutal di Cengkareng, Jakarta Barat. Di saat yang sama, sang pemilik laptop sedang duduk di ruang penyidik dengan lengan kiri berbalut luka—bukan karena tusukan orang tak dikenal, melainkan goresan gunting yang ia ayunkan sendiri di kamar mandi.

Kisah berawal pada 22 Juli 2026, ketika seorang pria berinisial AC mendatangi kantor polisi dengan cerita mengerikan. Ia melaporkan baru saja dibegal di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat. Di hadapan petugas, AC merinci kerugian: tas berisi uang tunai Rp 1 juta dan laptop Lenovo Legion yang ia cicil ikut lenyap, dengan total kerugian mencapai Rp 27,3 juta. Tak cukup sampai di situ, ia juga menunjukkan luka tusuk di lengan kiri sebagai bukti perlawanan sengit terhadap pelaku. Laporan itu diterima dan langsung memicu gerak cepat Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Also Read

Teriakan dari Balkon Apartemen Pekayon Menyelamatkan Seorang Istri Siri

Namun, ketika penyidik melakukan olah tempat kejadian, memeriksa saksi, dan menelusuri alat bukti, kejanggalan mulai menyeruak. Benang merah yang semula tampak lurus berubah menjadi kusut. Titik terang justru datang dari tempat yang tak terduga: pusat servis di Mangga Dua. Polisi menemukan laptop yang diklaim raib itu sedang menjalani perbaikan, bukan dirampas begal. Keberadaan dokumen penerimaan servis dan bukti pembelian pun menguatkan fakta bahwa benda elektronik itu tidak pernah meninggalkan ruang aman teknisi, apalagi berada di alam liar perampokan jalanan.

Luka di lengan AC pun ikut bersuara janggal. Setelah didalami, terungkap bahwa goresan itu bukan hasil pertarungan dengan penjahat, melainkan sengaja diukir sendiri menggunakan gunting di kamar mandi. Rekayasa ini, menurut Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben, didesain untuk melengkapi sandiwara agar laporan palsu tampak meyakinkan. Tujuannya berpusat pada satu hal: membebaskan AC dari jerat cicilan. Laptop senilai Rp 27,3 juta itu baru dibayar sebanyak lima kali angsuran. Dengan bermodalkan laporan polisi sebagai dasar klaim kepada pihak pembiayaan, AC berharap asuransi akan menuntaskan beban angsuran yang kian menyesakkan.

Also Read

Ribuan Langkah Meriah di Senayan, Ketika Senayan Berubah Jadi Lintasan Kebersamaan

Di bawah tekanan ekonomi yang ia sebut sebagai alasan, AC akhirnya memilih jalan pintas yang membawanya kembali ke gedung yang sama—bukan sebagai korban, melainkan sebagai pihak yang meminta maaf. Dalam sebuah video yang direkam di kantor polisi, pria berkaus cokelat bertuliskan 'The Jogja' itu mengakui seluruh kebohongannya. “Saya memohon maaf kepada tim Kepolisian Republik Indonesia, tim Polsek Cengkareng, dan Polres Jakarta Barat atas laporan palsu saya,” ucapnya dengan wajah letih. Ia mengakui bahwa mimpi menghentikan cicilan lewat klaim asuransi telah mendorongnya merekayasa begal, menyakiti diri sendiri, dan membuang waktu penyidik. Kini, laporan itu akan dicabut, namun jejak rekayasa ini menjadi pengingat bahwa tali utang—jika dihadapi tanpa jujur—bisa melukai lebih dalam daripada gunting yang ia genggam di kamar mandi.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca