apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Demi Atasi Defisit Fiskal, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik

Nyaring AranDiterbitkan 9 Agu 2026 - 08.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Demi Atasi Defisit Fiskal, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah India kini tengah mengambil langkah agresif untuk menyelamatkan anggaran negaranya dari ancaman defisit fiskal yang terus membayangi selama beberapa tahun terakhir. Di tengah statusnya sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di antara kelompok negara-negara ekonomi besar, India tidak luput dari tantangan internal. Kecepatan pertumbuhan ekonomi tersebut kini berpotensi terhambat oleh tekanan inflasi yang tinggi serta kendala fiskal yang membatasi ruang gerak pemerintah. Sebagai jalan keluar, pelepasan sebagian kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada publik menjadi strategi utama yang terpaksa ditempuh demi menjaga keseimbangan neraca belanja negara.

Langkah divestasi ini langsung direalisasikan secara masif sejak awal tahun. Meskipun kondisi pasar saham saat ini sedang mengalami kelesuan, pemerintah India tidak menyurutkan niatnya untuk melepas kepemilikan di sepuluh perusahaan pelat merah. Beberapa korporasi besar yang sahamnya dilepas ke publik antara lain Cochin Shipyard, Indian Railways Finance Corp, NHPC, hingga raksasa tambang Coal India. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari sumber pendanaan alternatif di luar sektor pajak konvensional yang kerap kali tidak mencukupi untuk menutup pos belanja negara yang terus membengkak.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Salah satu transaksi terbesar dan paling krusial dalam rangkaian divestasi ini adalah penjualan saham di perusahaan asuransi jiwa terkemuka, Life Insurance Corporation of India. Pemerintah India memutuskan untuk melepas 6,5 persen saham di perusahaan tersebut. Agar menarik minat para investor di tengah situasi pasar saham India yang kurang bergairah, pemerintah memberikan insentif berupa diskon harga sebesar 10 persen dari nilai pasar. Keputusan berani ini terbukti berhasil menarik minat publik dan menghasilkan dana segar sekitar US$ 3,3 miIiar atau setara dengan Rp 59,06 triliun untuk masuk ke kas negara.

Baca Juga

Harga Beras di Alor NTT Turun Jadi Rp 13.000 Per Kilogram Setelah Kunjungan Mentan

Harga Beras di Alor NTT Turun Jadi Rp 13.000 Per Kilogram Setelah Kunjungan Mentan

Secara akumulatif, hasil dari kebijakan privatisasi sebagian saham BUMN ini mencatatkan angka yang sangat signifikan. Berdasarkan data dari penyedia intelijen pasar asal India, Prime Database, keseluruhan aksi penjualan saham BUMN tersebut telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 116,33 triliun. Pencapaian ini menjadi salah satu rekor pengumpulan dana tertinggi yang pernah diraih oleh pemerintah India dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun terakhir. Angka ini juga membuktikan bahwa minat pasar terhadap aset-aset strategis negara masih cukup kuat meskipun kondisi ekonomi global sedang dipenuhi ketidakpastian.

Melihat tren positif ini, sejumlah pengamat dan ahli ekonomi menilai bahwa pemerintah India berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target tahunan mereka. Pemerintah menargetkan penggalangan dana sebesar 800 miliar rupee atau setara dengan US$ 8,4 miliar (sekitar Rp 150,33 triliun) dari program divestasi BUMN ini. Hingga saat ini, realisasi penjualan telah menembus lebih dari 65 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini memberikan sedikit napas lega bagi otoritas fiskal India yang tengah berjuang keras menyusun strategi pengelolaan utang dan belanja negara agar tidak melampaui batas aman.

Baca Juga

Bahlil Lahadalia Kenang Gelombang Demonstrasi 1,5 Bulan Terkait Larangan Ekspor Nikel

Bahlil Lahadalia Kenang Gelombang Demonstrasi 1,5 Bulan Terkait Larangan Ekspor Nikel

Fenomena agresifnya penjualan saham BUMN kali ini menandai perubahan arah kebijakan yang cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala riset ekonomi India di Standard Chartered Bank, Anubhuti Sahay, memberikan analisis mendalam mengenai pergeseran strategi ini. Menurut Sahay, pada tahun-tahun sebelumnya, India hampir selalu gagal memenuhi target divestasi saham perusahaan-perusahaan milik negara. Kegagalan tersebut terjadi bukan karena kurangnya minat pasar, melainkan karena pemerintah selalu berada dalam posisi fiskal yang relatif aman dan nyaman, sehingga urgensi untuk melepas aset negara tidak terlalu mendesak.

Kondisi nyaman tersebut kini telah berakhir. Sahay menjelaskan bahwa saat ini pemerintah India dihadapkan pada risiko penurunan pendapatan negara yang nyata serta meningkatnya pengeluaran akibat beban subsidi yang jauh lebih tinggi dari perkiraan semula. Tekanan ganda ini memaksa otoritas keuangan untuk bertindak cepat agar defisit anggaran tidak melebar ke tingkat yang membahayakan stabilitas makroekonomi. Penjualan saham BUMN pun tidak lagi dipandang sebagai pilihan opsional, melainkan sebagai instrumen penyelamat yang harus dimaksimalkan demi menjaga kesinambungan fiskal jangka pendek dan menengah di tengah ancaman inflasi global.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Saham BUMN

Berita Terbaru Lainnya

Harga Beras di Alor NTT Turun Jadi Rp 13.000 Per Kilogram Setelah Kunjungan MentanMenteri PPPA Tanggapi Temuan Ratusan Senjata dan Narkotika di Sekolah Swasta Jakarta SelatanGedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar, Pemprov Pastikan Data Perpajakan AmanTrump Kucurkan Rp54,26 Triliun untuk Proyek Mineral Kritis demi Amankan Pasokan SenjataKemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II, Simak Syarat PencairannyaPolisi Tangkap Lima Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Karyawan Koperasi di TangerangBahlil Lahadalia Kenang Gelombang Demonstrasi 1,5 Bulan Terkait Larangan Ekspor NikelTransmart Gelar Full Day Sale Hari Ini, Tawarkan Diskon hingga 50 Persen Plus Ekstra 20 Persen di Seluruh Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026