Bank DBS Indonesia resmi menggelar DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World. Salah satu agenda penting dalam forum ini adalah sesi diskusi bertajuk 'Legacy with Purposeful Impact' yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026. Melalui sesi tersebut, para pelaku industri membahas bagaimana nilai-nilai keluarga dapat menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar.
Dalam diskusi tersebut, Elisa Yoshigoe Wijaya selaku CCO dan Co-Founder DoctorTool membagikan perjalanannya dalam membangun bisnis yang berdampak sosial. DoctorTool berfokus pada pengembangan sistem rekam medis digital yang terintegrasi secara langsung dengan BPJS dan SATUSEHAT. Hingga saat ini, teknologi rekam medis digital yang dikembangkan oleh DoctorTool telah beroperasi secara aktif di 37 provinsi di Indonesia. Jangkauan layanannya pun telah menyentuh sekitar 15 juta penerima layanan kesehatan di berbagai wilayah.
Perkembangan pesat DoctorTool didukung oleh pendanaan yang diperoleh dari ekosistem eksternal. Perusahaan ini tercatat sebagai salah satu penerima dana hibah dari program DBS Foundation Business for Impact (BFI) Grant Program 2025. Dana hibah yang diterima tersebut dialokasikan secara khusus oleh DoctorTool untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (AI), memperkokoh infrastruktur teknologi perusahaan, serta meningkatkan kapasitas tim engineering. Langkah ini dilakukan guna menyempurnakan fitur pendukung keputusan klinis (clinical decision support) pada sistem mereka.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Head of Group Marketing and Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menjelaskan bahwa dukungan terhadap wirausaha sosial seperti DoctorTool sejalan dengan misi yayasan. DBS Foundation memiliki dua tema kerja utama dalam menjalankan programnya. Tema pertama adalah penyediaan kebutuhan pokok (providing essential needs), yang di dalamnya mencakup aspek kesehatan, pendidikan, hingga kesehatan mental bagi masyarakat. Sementara tema kedua adalah mendorong terciptanya inklusi (fostering inclusion), yang membentang dari inklusi keuangan hingga inklusi digital.
Untuk memperluas dampak sosial ini, DBS Foundation kini kembali membuka kesempatan bagi wirausaha sosial lainnya untuk berpartisipasi dalam DBS Foundation BFI Grant Program 2026. Program pendanaan ini menawarkan bantuan modal yang signifikan bagi para pelaku usaha sosial yang lolos seleksi. Dana hibah yang disediakan melalui program tahun 2026 ini dapat mencapai nominal hingga SGD 250.000 untuk setiap penerima manfaat.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Di tengah upaya mendorong dampak sosial di Indonesia, dinamika pengelolaan kekayaan keluarga di kawasan regional juga menunjukkan pergerakan yang dinamis. Berdasarkan laporan dari Manulife, pertumbuhan kantor keluarga (family office) di Hong Kong dan Singapura mengalami peningkatan yang sangat pesat selama beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan kekayaan terstruktur demi keberlanjutan lintas generasi.
Sebagai lembaga keuangan yang aktif memfasilitasi kebutuhan ini, Bank DBS Indonesia juga mengukuhkan posisinya melalui berbagai apresiasi internasional. Sepanjang tahun 2026, Bank DBS Indonesia berhasil membawa pulang beberapa penghargaan bergengsi. Penghargaan tersebut meliputi Indonesia's Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia, Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance, serta penghargaan Best Wealth Manager Highly Commended dari The Asset.






