Dari Tambang untuk Bumi, Gerak Hijau 2026 Membuktikan Kolaborasi Bukan Sekadar Wacana

Parlin SinagaPublished 26 Jul 2026 - 17.20 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Dari Tambang untuk Bumi, Gerak Hijau 2026 Membuktikan Kolaborasi Bukan Sekadar Wacana
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Di bawah langit Jakarta yang mulai terik, ribuan langkah kaki bergerak bersama dalam sebuah parade pagi yang tidak lazim. Mereka tidak membawa spanduk tuntutan, melainkan botol minum isi ulang dan kantong-kantong kecil sampah terpilah. Fun walk dan clean parade yang menjadi pembuka Gerak Hijau 2026 itu lebih dari sekadar seremoni. Perayaan hari ulang tahun ke-58 PT ANTAM ini menjelma menjadi laboratorium hidup tentang bagaimana korporasi tambang, pemerintah, dan warga dapat berbagi peran dalam merawat ruang hidup bersama. Sejak awal, pesan yang dibawa tegas: urusan lingkungan bukan lagi milik satu pihak.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menepis anggapan lama yang kerap membingkai pelestarian alam sebagai beban eksklusif negara atau dunia usaha. Di tengah keriuhan peserta yang sedang mengikuti lokakarya pengelolaan limbah, ia menyebut bahwa dikotomi semacam itu sudah usang. “Jawabannya sederhana. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” katanya merangkum, seolah menyimpulkan ribuan diskusi panjang tentang keberlanjutan. Pemerintah, lanjutnya, memang hadir lewat kebijakan, dan perusahaan menjalankan bisnis yang bertanggung jawab. Namun tanpa kebiasaan sadar dari masyarakat sehari-hari, semuanya akan kehilangan fondasi. Kolaborasi tiga arah itulah yang ia yakini bisa menghadirkan Indonesia yang jauh lebih hijau.

Also Read

Pengakuan Anti Kerja Paksa Berbuah Tarif 10 Persen untuk Indonesia

Keyakinan itu menemukan bukti nyata dalam laporan yang dipaparkan di sela acara. Sepanjang 2025, ANTAM berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 9,43 persen. Angka itu melampaui target perusahaan, sekaligus menjadi lebih dari setitik narasi hijau yang kerap diumbar tanpa data. Capaian tersebut ditopang oleh efisiensi energi dan peningkatan bauran energi baru terbarukan di berbagai wilayah operasional. Reklamasi lahan pascatambang pun disebut melampaui target. Diaz, yang mendengarkan langsung pencapaian itu, tak menahan apresiasinya. Ia menekankan bahwa setiap pemanfaatan sumber daya alam mesti diimbangi dengan upaya memberikan kembali manfaat kepada lingkungan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengungkapkan bahwa laju dekarbonisasi terus dipercepat. Hingga pertengahan tahun ini, penurunan emisi kembali melampaui target tahunan yang sudah ditetapkan. Ia merinci, pemasangan solar PV serta penggunaan biosolar menjadi pendorong utama. Komitmen itu berjalan paralel dengan pameran festival UMKM, kampanye pemakaian cangkir isi ulang, dan praktik pemilahan sampah yang dijalankan langsung oleh peserta. Dengan cara itu, korporasi ingin menunjukan bahwa tambang tidak hanya bergerak di ruang ekstraksi, tetapi juga di ruang edukasi publik. Ribuan bibit pohon yang dibagikan kepada masyarakat hari itu adalah ikhtiar menanam kesadaran, bukan sekadar mengisi bagasi mobil.

Also Read

Dari Bibit Mangrove ke Geliat Ekonomi, BNI Sambut Hari Mangrove dengan Aksi Nyata di Pesisir

Gerak Hijau 2026 pada akhirnya menawarkan perspektif yang jarang muncul dari industri ekstraktif: bahwa hijau bukanlah lawan, melainkan syarat operasi jangka panjang. Rangkaian acara yang mencakup workshop pemanfaatan limbah, parade bersih, hingga perayaan produk lokal mengukuhkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang memangkas emisi di atas kertas. Ia menuntut keterlibatan indra: melihat bibit yang berpindah tangan, merasakan panas matahari saat berjalan bersama, dan mendengar langsung cerita wakil menteri yang meletakkan tanggung jawab itu ke pundak siapa saja. Di titik itulah, warisan untuk generasi mendatang bukan lagi janji abstrak, melainkan praktik yang sedang dijalani.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca