Dari Pengangkut Energi Menjadi Pemain Logistik Maritim Terpadu, PIS Bukukan Lompatan Bisnis di 2025

Togar PanjaitanPublished 26 Jul 2026 - 13.300 Reads
Bagikan WhatsAppX
Dari Pengangkut Energi Menjadi Pemain Logistik Maritim Terpadu, PIS Bukukan Lompatan Bisnis di 2025
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak industri pelayaran global, PT Pertamina International Shipping (PIS) justru mencatat langkah ekspansif yang mengubah wajah perusahaan. Tidak sekadar mengandalkan distribusi energi nasional, PIS mulai merambah segmen kargo non-tradisional, menempatkan diri sebagai pemain logistik maritim yang utuh. Peralihan ini bukan cuma strategi bisnis, melainkan cermin bagaimana sebuah perusahaan pelat merah membaca celah pertumbuhan di luar zona nyaman.

Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 3,33 miliar dengan laba bersih US$ 572,48 juta, naik 2,49 persen dari tahun sebelumnya. Angka tersebut ditopang efisiensi operasional dan penambahan portofolio di luar angkutan minyak dan gas konvensional. Kontribusi terhadap negara pun tetap signifikan: Rp 4,87 triliun disalurkan lewat pajak dan dividen, menegaskan fungsi PIS sebagai penopang fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Volume muatan energi yang dikawal mencapai 107,69 miliar liter, memastikan pasokan BBM, minyak mentah, produk kilang, dan LPG menjangkau pelosok Nusantara tanpa gangguan berarti.

Also Read

Emas Antam Bangkit Lagi Setelah Terjun Tajam

Lompatan paling mencolok terjadi di bisnis gas dan petrokimia. Pengangkutan LNG melonjak menjadi 11 pengiriman, atau 5,5 kali lipat dibandingkan realisasi 2024, menandakan kepercayaan pelanggan domestik yang kian kokoh. Tak berhenti di situ, PIS menambah portofolio internasional lewat 28 pengiriman Vinyl Chloride Monomer (VCM). Namun terobosan paling simbolik adalah debut pengangkutan 30.216 metrik ton slab steel鈥攌argo pertama di luar rantai energi tradisional鈥攜ang sekaligus mempertegas komitmen perusahaan mendukung hilirisasi industri nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa PIS tak lagi terpaku pada captive market Pertamina Group, melainkan berani bersaing di jalur kargo global yang lebih luas.

Di sisi keberlanjutan, PIS mencatat capaian yang melampaui target sendiri. Perusahaan mereduksi emisi karbon sebesar 116.761 tCO2e, atau 158 persen dari target 2025, terutama melalui voyage optimization yang memadukan teknologi pelayaran hemat bahan bakar. Komitmen ini diakui oleh lembaga pemeringkat internasional MSCI yang memberikan skor ESG BB, menandakan tata kelola lingkungan, sosial, dan korporasi yang semakin matang. Sementara di jalur sosial, program Rumah Sakit Kapal bekerja sama dengan doctorSHARE di Waigeo melayani 4.099 pasien di wilayah 3T selama 60 hari, menambah daftar 76.151 penerima manfaat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang tahun. Inisiatif konservasi laut pun diperkuat dengan penanaman 38.000 mangrove, 3.200 lamun, 625 karang, dan penandaan tujuh hiu paus.

Also Read

Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan sebagai Ujung Tombak Baru Penyaluran Bansos

Fondasi seluruh ekspansi itu terletak pada penguatan armada dan kualitas sumber daya manusia. Total kapal yang dikelola dan diawasi PIS mencapai 111 unit, sebelum nantinya ada integrasi bisnis hilir di lingkup Pertamina Group. Pjs. Corporate Secretary Vega Pita menekankan bahwa pertumbuhan laba dan pendapatan merupakan hasil konsistensi dalam disiplin operasional, penguatan armada, dan efisiensi biaya. Ia juga menyebut angka-angka ini sebagai modal penting untuk terus memperkuat daya saing di industri maritim berkelanjutan. Di atas dek kapal, produktivitas karyawan pun diakui lewat penghargaan Top Employer Indonesia 2025, menegaskan bahwa manusia tetap menjadi penggerak utama di balik segala mesin dan angka.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca