Di hadapan para pemimpin dan talenta terbaik BUMN, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan cetak biru baru pengelolaan sumber daya manusia yang tak lagi sekadar mengejar kinerja sesaat. Dalam forum pengembangan kepemimpinan akhir pekan ini, ia membeberkan bahwa arah transformasi perusahaan pelat merah kini berbelok tajam: membangun jalur kaderisasi yang akan memastikan seluruh kursi strategis diisi oleh orang-orang yang ditempa dari dalam.
Langkah itu merupakan tafsir langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar BUMN tidak hanya berlari kencang, tetapi juga menanam akar yang dalam. Dony meyakini, pembeda hakiki antara seorang manajer dan pemimpin puncak adalah komitmen terhadap keberlanjutan. Maka, ruang-ruang evaluasi kinerja dan pengembangan karier pun dirancang ulang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap pemimpin hari ini bertanggung jawab melahirkan pengganti yang lebih tangguh.
Inflasi Februari 2025 Melandai, Daya Beli Terjaga di Tengah Panen Raya

Di jantung sistem baru itu terdapat Single Grading System dan Job Value yang akan menyelaraskan penilaian jabatan di seluruh ekosistem BUMN. Tidak ada lagi jenjang yang tumpang tindih atau bobot posisi yang kabur. Lebih tajam lagi, Danantara menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix, sehingga setiap penempatan personel mesti melewati saringan kompetensi dan asesmen objektif. Dengan begitu, praktik menempatkan orang berdasarkan preferensi personal—yang kerap disebut budaya “like and dislike”—dipastikan tidak lagi menemukan celah.
Untuk menyulut mesin kaderisasi itu, Danantara turut membentuk Danantara Corporate University. Lembaga ini akan menjadi dapur tempa bagi sekitar 300 talenta unggulan yang digembleng dengan standar kompetensi, kepemimpinan, dan keahlian lunak yang seragam. Mereka disiapkan bukan sekadar untuk mengisi lowongan, melainkan untuk menjadi generasi pemimpin yang memahami denyut perusahaan secara menyeluruh, karena mereka lahir dan besar dari dalam rahim BUMN sendiri.
Paradoks Ajakan "Jangan Beli Furnitur Dulu" yang Justru Menggairahkan Industri Interior

Dony menyodorkan target yang terukur: mulai 2028, seluruh pos direktur dan chief executive officer di lingkungan BUMN diharapkan sudah dijabat oleh talenta yang merintis karier dari dalam. Ia menegaskan, membentuk manusia-manusia unggul adalah tugas pokok setiap CEO, bukan sekadar wewenang divisi sumber daya manusia. Sebab, transformasi yang telah ditempuh akan sia-sia tanpa adanya generasi penerus yang mampu memikul estafet dengan percaya diri. Dengan cetak biru ini, Danantara sejatinya tengah menanam skenario jangka panjang: BUMN yang tak lagi bergantung pada tokoh dari luar, melainkan memiliki bank pemimpin yang siap dirotasi tanpa mengguncang fondasi.






