Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini tengah memfokuskan perhatian pada perluasan akses kepemilikan rumah pertama di Indonesia. Langkah strategis ini ditempuh dengan menyediakan pilihan hunian serta opsi pembiayaan yang terintegrasi dalam satu wadah. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menembus pasar properti akibat keterbatasan informasi dan akses finansial.
Kelompok pembeli rumah pertama, terutama dari kalangan Generasi Z, diidentifikasi memiliki kebutuhan khusus yang perlu segera diakomodasi. Mereka membutuhkan kemudahan untuk membandingkan berbagai tipe hunian sekaligus memperoleh informasi yang jelas mengenai skema pembiayaan. Faktor kesesuaian dengan kemampuan finansial bulanan menjadi kunci utama agar generasi muda ini tidak terbebani oleh cicilan di kemudian hari.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengarahkan lembaga ini untuk membangun sebuah ekosistem perumahan yang terpadu. Melalui konsep satu pintu ini, calon pembeli tidak perlu lagi mencari informasi secara terpisah-pisah. Dalam satu tempat, masyarakat dapat langsung meninjau berbagai pilihan rumah yang tersedia sekaligus mengakses alternatif pembiayaan yang paling ramah terhadap kondisi dompet mereka.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Guna merealisasikan ekosistem tersebut bagi publik, Danantara bersiap menggelar ajang pameran bertajuk Danantara Housing Expo 2026. Acara ini direncanakan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 27 Agustus hingga 30 Agustus 2026. Pameran berskala besar ini akan dipusatkan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang berlokasi di kawasan PIK, Jakarta.
Pengunjung pameran nantinya akan disajikan lebih dari 200.000 pilihan hunian yang tersebar di berbagai wilayah. Pilihan yang disediakan tidak hanya menyasar satu segmen saja, melainkan mencakup kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hingga kelompok non-MBR. Keberagaman ini sengaja dihadirkan agar setiap lapisan masyarakat, apa pun latar belakang ekonominya, memiliki kesempatan yang sama untuk menemukan tempat tinggal yang layak.
Tidak hanya menyajikan unit fisik, pameran ini juga menjadi ruang konsultasi interaktif bagi calon pembeli. Pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan para pengembang perumahan untuk mengetahui detail spesifikasi bangunan. Selain itu, hadir pula perwakilan dari bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta jajaran bank syariah yang siap membantu pengunjung melakukan simulasi pembiayaan perumahan secara langsung.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Untuk menarik minat pembeli pemula, pameran ini menawarkan berbagai skema pembiayaan alternatif yang cukup longgar. Beberapa penawaran menarik yang disiapkan meliputi uang muka atau down payment mulai dari 1 persen saja. Selain itu, suku bunga atau margin pembiayaan yang ditawarkan juga sangat kompetitif, yakni mulai dari 2,75 persen. Guna meringankan beban cicilan bulanan, tersedia opsi jangka waktu kredit atau tenor hingga 30 tahun, yang dilengkapi pula dengan skema angsuran bertahap yang dapat disesuaikan dengan proyeksi kenaikan penghasilan debitur.
Melalui kehadiran Danantara Housing Expo 2026 ini, hambatan administratif dan finansial yang kerap membuat Generasi Z ragu untuk membeli rumah diharapkan dapat diminimalkan. Sinergi antara pemerintah melalui Danantara, sektor perbankan, dan pengembang swasta diharapkan mampu menciptakan iklim pasar properti yang lebih inklusif dan ramah bagi generasi penerus bangsa.






