Carok Berdarah di Sampang, Pertikaian Jalanan Seret Kakek 60 Tahun dan Dua Pria

Usat NgajiPublished 26 Jul 2026 - 00.20 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Carok Berdarah di Sampang, Pertikaian Jalanan Seret Kakek 60 Tahun dan Dua Pria
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Bunyi beradu logam mengoyak sunyi malam di Desa Masaran, Kabupaten Sampang. Tepat di depan sebuah bengkel motor yang biasanya jadi tempat menambal ban dan mengganti oli, Jumat (24/7) sekitar pukul 21.00 WIB, tiga orang terlibat duel carok yang tak lazim. Bukan hanya dua lelaki dewasa yang saling serang dengan senjata tajam, tetapi seorang kakek berusia 60 tahun turut berada di pusat pertumpahan darah itu. Ketiganya – kakek berinisial S, pria H (44), dan HR (51) – harus menahan perih luka bacok sambil menunggu pertolongan, sementara lantai bengkel berubah menjadi saksi bisu kegagalan menyelesaikan perselisihan dengan akal sehat.

Akar pertikaian sebenarnya sangat sederhana. Semua bermula dari sebuah perjalanan malam di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran. Kakek S sedang mengendarai sepeda motornya ketika berpapasan dengan HR yang melaju dari arah berlawanan. Alih-alih saling menjaga jarak, HR justru diduga sengaja menabrakkan kendaraannya ke motor S. Benturan itu langsung memantik pertengkaran mulut yang cepat membara. Tak puas hanya dengan kata-kata, keduanya mencari kayu di sekitar dan nyaris adu pukul. Beruntung seorang saksi mata buru-buru melerai mereka sehingga tensi mereda sejenak, meski bara amarah jelas belum padam.

Also Read

Kala Soal Olimpiade Mengguncang Ruang Ujian Akpol

Alih-alih berakhir, bara itu justru disiram bensin oleh HR dan H. Setelah perkelahian kayu gagal tuntas, H mengajak HR untuk mencari keberadaan S. Perburuan ini menunjukkan bahwa ego dan sakit hati sudah mengalahkan pertimbangan dewasa. Mereka berdua kemudian mendatangi bengkel motor milik S, sebuah tempat yang seharusnya menjadi ruang aman sang kakek. Di sanalah panggung duel sesungguhnya dimulai. Kali ini kayu tak lagi cukup; ketiganya menghunus senjata tajam dan terlibat carok di depan bengkel yang gelap.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa ketiga orang itu semuanya menderita luka. Kakek S mengalami luka di tangan kanan dan bagian belakang kepala. HR menderita luka pada tangan kanan, sementara H terluka di paha kanan dan siku kanan setelah ia terjatuh dalam duel. Tidak ada yang selamat tanpa cedera, menandakan betapa brutal dan setaranya pertarungan itu. Meski usia S sudah renta, ia tetap terlibat penuh hingga tubuhnya sendiri menjadi sasaran sabetan lawan.

Also Read

Ketika Warga Ketapang Menentukan Sendiri Harga Bahan Bangunan

Kepolisian kini menangani kasus ini dengan serius. Meski tidak ada nyawa melayang, peristiwa ini memunculkan kembali pertanyaan lama tentang carok sebagai ekspresi kekerasan yang sering dipicu oleh hal-hal remeh. Sebuah senggolan motor di malam hari berubah menjadi duel berdarah yang menyeret tiga warga ke meja operasi. Lebih pilu lagi, seorang kakek yang seharusnya menjadi teladan malah ikut terperosok dalam lingkaran balas dendam. Di tengah masyarakat yang menjunjung harmoni, insiden ini jadi cermin buram bahwa amarah yang tak dikelola hanya akan menciptakan arena luka bagi semua pihak – tua maupun muda.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca