apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Teknologi

Cara Pemerintah Meratakan Akses Internet di Daerah 3T Melalui Satelit SATRIA-1

Agus CahyonoDiterbitkan 23 Agu 2026 - 23.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Pemerintah Meratakan Akses Internet di Daerah 3T Melalui Satelit SATRIA-1
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia terus berupaya mengikis kesenjangan digital di berbagai wilayah pelosok melalui penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Salah satu pilar utama dalam proyek strategis ini adalah pengoperasian Satelit Republik Indonesia 1 atau SATRIA-1. Sebagai satelit multifungsi milik pemerintah, fokus utamanya adalah menghadirkan konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemanfaatan satelit SATRIA 1 daerah 3T kini menjadi andalan untuk membuka akses informasi di lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak terjangkau oleh jaringan kabel serat optik darat maupun menara pemancar biasa. Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), langkah penyediaan internet ini mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Apa Fungsi Utama Satelit SATRIA-1 di Wilayah Terpencil?

Satelit SATRIA-1 dirancang khusus untuk melayani sektor pelayanan publik yang membutuhkan koneksi internet cepat, seperti sekolah, puskesmas, kantor desa, dan pos keamanan di wilayah perbatasan. Jaringan satelit dipilih karena kondisi geografis Indonesia yang berpulau-pulau dan memiliki kontur alam ekstrem, sehingga pembangunan infrastruktur kabel bawah laut atau terestrial memerlukan waktu lama dan biaya yang sangat besar.

Dengan memanfaatkan teknologi satelit ini, titik-titik layanan publik di daerah 3T dapat langsung terhubung ke internet tanpa harus menunggu pembangunan jaringan kabel fisik selesai. Langkah ini menjadi solusi cepat untuk mempercepat digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa hingga wilayah perbatasan negara.

Baca Juga

TikTok dan ByteDance Sepakat Bayar Denda Rp 7,05 Triliun di AS Terkait Privasi Anak

TikTok dan ByteDance Sepakat Bayar Denda Rp 7,05 Triliun di AS Terkait Privasi Anak

Berapa Banyak Lokasi yang Sudah Terhubung Koneksi Satelit?

Hingga saat ini, perkembangan integrasi jaringan satelit ini terus berjalan secara bertahap. Berdasarkan data terbaru dari BAKTI Komdigi, sebanyak 27.858 lokasi publik di berbagai penjuru tanah air sudah berhasil terhubung dengan layanan internet yang bersumber langsung dari satelit SATRIA-1.

Sebagian besar dari puluhan ribu lokasi tersebut merupakan fasilitas umum yang krusial bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan adanya koneksi internet ini, administrasi pemerintahan desa, kegiatan belajar-mengajar di sekolah, serta pelaporan data kesehatan dari puskesmas pembantu ke pusat kini dapat dilakukan secara daring (online) dengan lebih cepat.

Bagaimana Sebaran Akses Internet di Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara?

Untuk memberikan gambaran lebih konkret mengenai sebaran infrastruktur pendukung internet ini, kita bisa melihat realisasi pembangunan di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku Utara. Kedua provinsi ini memiliki tantangan geografis yang cukup menantang dengan banyak pulau kecil yang terpisah dari pusat administrasi.

Di Nusa Tenggara Timur, BAKTI Komdigi telah menggelar sebanyak 548 titik Base Transceiver Station (BTS) 4G dan Universal Service Obligation (USO). Infrastruktur ini mendukung penyediaan total 2.691 titik akses internet gratis yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat setempat.

Baca Juga

Siap Mengudara, Ini Penampakan 50 Helikopter Listrik Buatan Anak Bangsa

Siap Mengudara, Ini Penampakan 50 Helikopter Listrik Buatan Anak Bangsa

Sementara itu, di Provinsi Maluku Utara, upaya pemerataan juga terus digenjot. Di wilayah kepulauan ini, BAKTI telah membangun 497 titik BTS 4G BAKTI. Selain pembangunan menara pemancar tersebut, terdapat pula 687 titik layanan internet gratis yang kini aktif beroperasi untuk melayani kebutuhan komunikasi warga lokal.

Apa Saja Tantangan dan Batasan Teknologi yang Perlu Dipahami?

Meskipun pemanfaatan satelit SATRIA 1 daerah 3T membawa perubahan besar, terdapat beberapa batasan teknis yang perlu dipahami oleh publik. Layanan internet berbasis satelit sangat bergantung pada kondisi cuaca setempat. Curah hujan yang sangat lebat di wilayah tropis seperti Indonesia berpotensi memengaruhi kualitas sinyal atau menyebabkan penurunan kecepatan sesaat.

Selain itu, pemeliharaan perangkat penerima sinyal satelit di daerah terpencil membutuhkan logistik transportasi yang tidak mudah. Jika terjadi kerusakan perangkat akibat faktor alam atau gangguan listrik lokal, proses perbaikan memerlukan waktu karena jarak dan akses transportasi menuju lokasi 3T yang terbatas. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menjaga keberlangsungan operasional fasilitas internet gratis yang sudah dibangun.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

M. Nasir Diberhentikan dari Jabatan Sekda Aceh, Presiden Prabowo Terbitkan KeppresUpdate Korban Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 91 OrangBNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan SumateraPolri Siapkan 2 Helikopter dan Drone untuk Padamkan KarhutlaPolri, 62 Persen dari 64 Ribu Hektare Lahan Terbakar Berhasil DikendalikanPilah-pilih Reksa Dana dan Unit Link saat Selat Hormuz Masih PanasOtorita IKN dan PT Indobox Cinematic Buana Sepakati Pembangunan Bioskop di NusantaraAda Bank di Bekasi Izinnya Baru Dicabut OJK, Ini Namanya

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap