Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disiapkan sebagai salah satu langkah strategis untuk memadamkan titik-titik api tersebut. Langkah ini dinilai krusial mengingat sebagian besar titik karhutla berada di lahan gambut yang dikenal sulit untuk dipadamkan.
Untuk memastikan efektivitas operasi, BNPB menyiagakan armada OMC beserta stok bahan semai di setiap wilayah target. Kesiapan ini bertujuan agar proses modifikasi cuaca dapat segera dilaksanakan secara optimal begitu informasi mengenai ketersediaan awan hujan terdeteksi di wilayah masing-masing.
Penyiapan Armada dan Kondisi Karhutla Terkini
Di Kalimantan Barat, kekuatan armada yang disiagakan untuk penanganan karhutla mencakup 2 pesawat patroli udara, 5 helikopter atau pesawat water bombing, serta 1 pesawat khusus untuk pelaksanaan OMC.
Upaya pemadaman ini mendesak untuk terus dilakukan seiring dengan meluasnya dampak kebakaran di lapangan. Di Provinsi Riau, misalnya, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, dilaporkan mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat.
Polri Siapkan 2 Helikopter dan Drone untuk Padamkan Karhutla

Realisasi dan Hambatan OMC di Kalimantan
Pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan sangat bergantung pada potensi pertumbuhan awan. Di Kalimantan Barat, OMC dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22 sampai 23 Agustus 2026 karena adanya potensi awan hujan pada periode tersebut.
Sebelumnya, langkah serupa juga telah diterapkan di Kalimantan Tengah dalam beberapa gelombang sepanjang tahun 2026. Tercatat, OMC di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan pada 16 sampai 30 Juni, dilanjutkan pada 30 Juli sampai 4 Agustus, serta 11 Agustus sampai 15 Agustus.
Namun, operasi ini tidak selalu dapat diterapkan di seluruh wilayah terdampak. Di Kalimantan Selatan, OMC belum bisa dilaksanakan karena belum adanya pertumbuhan awan di wilayah tersebut. Kondisi serupa terjadi di Penajam Paser Utara, di mana operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilaksanakan akibat tidak adanya potensi hujan.
Polri, 62 Persen dari 64 Ribu Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dikendalikan

Pelaksanaan Operasi di Wilayah Sumatera
Selain di Kalimantan, BNPB juga telah mengerahkan upaya modifikasi cuaca di beberapa provinsi di Sumatera guna menekan penyebaran titik api.
Untuk wilayah Sumatera Selatan, OMC telah selesai dilaksanakan dalam dua periode, yakni pada 11 sampai 15 Mei 2026, serta 4 sampai 10 Agustus 2026. Sementara itu, wilayah Jambi juga telah menerima penanganan serupa melalui operasi modifikasi cuaca yang diselenggarakan pada tanggal 3 sampai 12 Juni 2026.






