Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan berbagai strategi taktis untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan titik api, terutama di area-area yang sulit dijangkau oleh petugas di darat.
Karobinops Stamaops Polri, Brigjen Pol Auliansyah Lubis, menjelaskan bahwa jajaran Kepolisian Daerah (Polda) kini gencar melakukan patroli baik lewat jalur darat maupun udara. Untuk patroli udara, kepolisian mengombinasikan penggunaan helikopter dan pesawat nirawak (drone). Keterangan tersebut disampaikan Auliansyah dalam konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8).
Pemanfaatan Helikopter Water Bombing dan Drone Pemadam
Untuk menjangkau wilayah yang memiliki akses darat terbatas, Polri menyiagakan dua unit helikopter yang dikhususkan untuk operasi pengeboman air (water bombing). Keberadaan helikopter ini diharapkan mampu memadamkan kobaran api di area hutan yang lebat atau perbukitan terjal.
Selain helikopter, kepolisian juga memanfaatkan teknologi drone yang telah dimodifikasi. Drone ini dirancang khusus untuk membantu pemadaman dengan kemampuan membawa hingga delapan bola pemadam kebakaran yang nantinya akan diarahkan langsung ke titik api.
Polri, 62 Persen dari 64 Ribu Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dikendalikan

Dalam pelaksanaannya, Polri menerapkan mekanisme respons cepat. Begitu satelit mendeteksi adanya titik panas (hotspot) atau setelah menerima laporan dari masyarakat, personel di lapangan akan langsung melakukan verifikasi untuk memastikan keberadaan api sebelum dilakukan tindakan pemadaman.
Kesiapan Puluhan Ribu Personel dan Alat Pendukung
Operasi penanganan karhutla ini didukung oleh pengerahan personel dalam skala besar. Polri menyiagakan total 71.714 personel gabungan yang siap dimobilisasi sewaktu-waktu. Jumlah tersebut terdiri dari 48.354 personel Korps Sabhara (Korshabara) dan 23.360 personel Korps Brimob (Korbrimob).
Selain kesiapan personel, Polri juga menyiapkan alat pendukung pemadaman di lapangan, di antaranya: - Ratusan unit pompa air portabel untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat diakses oleh kendaraan. - Alat pelindung diri seperti breathing apparatus (alat bantu pernapasan) dan baju tahan panas untuk keselamatan personel. - Kendaraan taktis SAR Karhutla dengan kapasitas tangki 2.500 liter air dan 250 liter busa (foam).
Kemenkes, 3 Juta Orang Terpapar Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Penanganan Karhutla di Kalimantan Utara
Upaya penanganan karhutla di tingkat daerah sebelumnya juga telah berjalan di beberapa titik. Salah satunya terjadi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Pada Selasa (18/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan telah melakukan upaya pemadaman untuk melokalisasi dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut. Kesiapsiagaan personel dan peralatan dari Polri diharapkan dapat mempercepat dukungan pemadaman serupa di berbagai wilayah rawan lainnya.






