Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan perkembangan positif dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan data penanganan terbaru yang dihimpun hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagian besar kawasan hutan dan lahan yang terbakar secara nasional kini telah berhasil dipadamkan dan berada di bawah kendali petugas.
Dari total akumulasi luasan lahan yang terbakar di tingkat nasional yang mencapai 64.341 hektare, tim gabungan di lapangan berhasil memadamkan dan mengendalikan area seluas 39.959 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 62 persen dari keseluruhan wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan telah berhasil ditangani dengan baik.
Pemaparan Data oleh Karobinops Stamaops Polri
Data komprehensif mengenai penanggulangan karhutla nasional ini disampaikan secara resmi oleh Karobinops Stamaops Polri, Brigjen Pol Auliansyah Lubis. Penjelasan tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 23 Agustus 2026.
KAI Uji Coba Penambahan Frekuensi LRT Jabodebek di Jam Sibuk Mulai 8 Juni 2026

Menurut penjelasan Brigjen Pol Auliansyah Lubis, capaian pengendalian api sebesar 62 persen ini merupakan hasil dari operasi pemadaman yang dilakukan secara intensif. Data yang dilaporkan tersebut merangkum seluruh upaya penanganan yang dilakukan oleh tim gabungan di berbagai titik kebakaran hutan dan lahan hingga kurun waktu Sabtu, 22 Agustus 2026. Polri bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan ketat terhadap sisa area yang masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kerja Sama Lintas Sektor dalam Tim Gabungan
Keberhasilan mengendalikan karhutla seluas hampir 40 ribu hektare ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi lintas sektor di lapangan. Proses pemadaman tidak hanya mengandalkan satu instansi, melainkan melibatkan tim gabungan yang bergerak secara terpadu di setiap titik api.
Sinergi Pengendalian Banjir Jakarta dan Pengerukan Kanal Banjir Barat

Tim gabungan yang bertugas di lapangan tersebut terdiri dari personel Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta dibantu oleh partisipasi aktif dari elemen masyarakat setempat. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial dalam mempercepat respons pemadaman, memetakan titik-titik api baru, dan melokalisasi kebakaran agar tidak meluas ke area hutan atau pemukiman lainnya.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Barat
Kondisi kebakaran hutan dan lahan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat. Sebagai bentuk komitmen dalam penanganan bencana ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung salah satu titik lokasi karhutla guna






