PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum di kawasan metropolitan. Di saat masyarakat menanti kepastian terkait agenda uji coba perpanjangan rute LRT Jabodebek ke wilayah penyangga baru, KAI kini mengambil langkah taktis untuk mengurai kepadatan di koridor yang sudah beroperasi. Mulai Senin, 8 Juni 2026, hingga Jumat, 12 Juni 2026, operator akan menggelar uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada jam sibuk hari kerja.
Langkah ini direalisasikan dengan mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB). Selama masa uji coba tersebut berlangsung, operasional reguler LRT Jabodebek dipastikan tetap berjalan normal untuk melayani pengguna seperti biasa.
Jadwal Perjalanan KLB Selama Masa Uji Coba
Untuk menguji efektivitas penambahan frekuensi ini, KAI telah menyiapkan jadwal khusus bagi perjalanan KLB di dua relasi utama pada pagi hari. Perjalanan tambahan ini disisipkan di antara jadwal keberangkatan reguler yang sudah ada.
Pada relasi Jatimulya menuju Dukuh Atas BSI, kereta tambahan uji coba dijadwalkan berangkat pada pukul 07.14 WIB. Waktu keberangkatan ini berada tepat di sela-sela jadwal reguler yang biasanya melintas pada pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB.
Sinergi Pengendalian Banjir Jakarta dan Pengerukan Kanal Banjir Barat

Sementara itu, untuk relasi Harjamukti menuju Dukuh Atas BSI, perjalanan KLB akan dioperasikan pada pukul 07.24 WIB. Jadwal uji coba ini membagi jarak waktu keberangkatan reguler yang ada pada pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.
Mengurai Kepadatan Penumpang di Jam Sibuk Pagi
Upaya penambahan frekuensi perjalanan ini didasarkan pada data pergerakan penumpang harian. Menurut penjelasan Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, lonjakan volume pengguna pada hari kerja rata-rata terjadi di pagi hari, khususnya antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.
Kepadatan ini paling terlihat di beberapa stasiun keberangkatan dan stasiun transit utama. Berdasarkan data operasional pada jam sibuk pagi, Stasiun Harjamukti mencatat volume tertinggi dengan rata-rata mencapai 6.224 pengguna per hari.
Tol Baru Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segera Dibuka, Dua Seksi Kantongi SLO

Kondisi serupa juga terlihat di stasiun-stasiun berikut: - Stasiun Cikoko: melayani rata-rata 3.432 pengguna per hari. Stasiun ini menjadi titik krusial karena terintegrasi langsung dengan jaringan KRL Commuter Line dan Transjakarta. - Stasiun Cikunir 1: mencatat rata-rata 3.274 pengguna per hari. - Stasiun Jatimulya: melayani rata-rata 2.786 pengguna per hari. - Stasiun Jatibening Baru: mencatat rata-rata 2.638 pengguna per hari.
Dengan adanya uji coba penambahan frekuensi melalui pengoperasian KLB ini, diharapkan waktu tunggu penumpang pada jam sibuk dapat dipangkas, sehingga penumpukan di peron stasiun dapat diminimalkan. Evaluasi dari uji coba operasional ini nantinya akan menjadi dasar bagi kebijakan pelayanan jangka panjang, sembari KAI mematangkan rencana strategis lainnya termasuk uji coba perpanjangan rute LRT Jabodebek di masa mendatang.






