Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis pembaruan data mengenai korban terdampak bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan laporan mutakhir yang dihimpun oleh pihak berwenang, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini kini telah bertambah menjadi 91 orang.
Peningkatan jumlah korban jiwa ini dikonfirmasi langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Dalam keterangannya, Berton menjelaskan bahwa angka kematian tersebut mengalami penambahan sebanyak 4 jiwa dibandingkan dengan data yang dilaporkan pada hari sebelumnya.
Informasi perkembangan penanganan dampak gempa bumi ini disampaikan dalam konferensi pers resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada hari Minggu (23/8), dengan mengutip pemberitaan dari detikcom.
Distribusi Korban Jiwa Berdasarkan Wilayah Kabupaten
Dampak fatalitas akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur ini tersebar di beberapa wilayah administrasi kabupaten. Berdasarkan laporan data yang dirilis oleh BNPB, terdapat tujuh kabupaten yang mencatatkan adanya korban meninggal dunia.
BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah terdampak dengan jumlah korban jiwa tertinggi, disusul erat oleh Kabupaten Manggarai Timur. Berikut adalah rincian lengkap mengenai sebaran korban meninggal dunia di masing-masing kabupaten terdampak:
- Kabupaten Manggarai: Mencatat jumlah korban jiwa terbanyak dengan total 32 orang meninggal dunia.
- Kabupaten Manggarai Timur: Berada di posisi kedua dengan jumlah korban jiwa mencapai 31 orang meninggal dunia.
- Kabupaten Nagekeo: Melaporkan adanya korban meninggal dunia sebanyak 14 orang.
- Kabupaten Sikka: Mencatat jumlah korban jiwa sebanyak 6 orang meninggal dunia.
- Kabupaten Ngada: Melaporkan adanya korban meninggal dunia sebanyak 5 orang.
- Kabupaten Ende: Mencatat jumlah korban jiwa sebanyak 2 orang meninggal dunia.
- Kabupaten Manggarai Barat: Melaporkan adanya 1 orang korban meninggal dunia.
Sebaran data ini menunjukkan bahwa wilayah Manggarai dan Manggarai Timur menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah dari guncangan gempa tersebut, dengan akumulasi korban jiwa gabungan dari kedua kabupaten ini mencapai 63 orang.
Profil Demografi Korban dan Identifikasi Kelompok Rentan
Selain melakukan pemetaan berdasarkan wilayah geografis kabupaten, BNPB juga menyajikan rincian demografi dari para korban yang meninggal dunia. Data ini mencakup klasifikasi berdasarkan jenis kelamin serta identifikasi kelompok usia rentan yang menjadi korban dalam bencana ini.
Dari total 91 korban yang meninggal dunia, klasifikasi berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut: - Korban berjenis kelamin laki-laki tercatat sebanyak 40 jiwa. - Korban berjenis kelamin perempuan tercatat sebanyak 48 jiwa.
Polri, 62 Persen dari 64 Ribu Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dikendalikan

Sementara itu, untuk 3 korban meninggal dunia lainnya, jenis kelamin mereka masih belum dapat ditentukan. Hal ini disebabkan karena ketiga jenazah korban tersebut hingga kini masih berada dalam tahap proses identifikasi oleh tim medis dan petugas yang berwenang di lapangan.
Data demografi ini juga memperlihatkan bahwa kelompok usia rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan anak-anak usia balita serta batita, turut menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam ini. Rincian kelompok usia rentan yang meninggal dunia meliputi: - Lanjut Usia (Lansia): Tercatat sebanyak 39 korban jiwa merupakan warga lanjut usia. - Anak Bawah Tiga Tahun (Batita): Tercatat sebanyak 4 anak batita meninggal dunia. - Anak Bawah Lima Tahun (Balita): Tercatat sebanyak 1 anak balita meninggal dunia.
Pihak BNPB bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dan pemutakhiran data di lapangan seiring dengan berjalannya proses penanganan darurat bencana dan identifikasi korban gempa di Nusa Tenggara Timur.






