apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Masyarakat Indonesia Semakin Gemar Pakai Paylater

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 20.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Masyarakat Indonesia Semakin Gemar Pakai Paylater
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Penggunaan layanan bayar tunda atau paylater di Indonesia menunjukkan lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, total baki debet atau outstanding balance paylater perbankan di tanah air telah menembus angka Rp 30,71 triliun hingga bulan Juni 2026. Angka fantastis ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 33,54 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meskipun angka pertumbuhan tersebut sedikit melambat jika dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sempat menyentuh 37,72 persen, tren ini menegaskan bahwa paylater telah menjadi instrumen keuangan yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia.

Kepopuleran paylater ini juga terlihat jelas dari jumlah rekening aktif yang terdaftar di sektor perbankan. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah rekening paylater perbankan telah mencapai 32,8 juta rekening. Menariknya, jika akumulasi baki debet tersebut dibagi rata ke seluruh rekening, rata-rata baki debet yang dimiliki pengguna hanya berkisar Rp 940 ribu per rekening. Angka rata-rata yang relatif rendah ini mengindikasikan bahwa paylater lebih banyak digunakan untuk transaksi bernilai kecil hingga menengah, alih-alih untuk pinjaman dalam skala besar.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa prospek layanan paylater ke depan masih sangat menjanjikan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa perkembangan ekosistem ekonomi digital yang masif serta akses layanan yang semakin mudah menjadi pendorong utama di balik cerahnya masa depan bisnis ini. Pernyataan tersebut disampaikan Dian secara virtual dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kemudahan, kecepatan, serta proses persetujuan yang efisien membuat paylater kini sering kali dipilih sebagai alternatif utama pembiayaan konsumtif, menggeser peran kartu kredit konvensional yang biasanya membutuhkan persyaratan lebih rumit.

Baca Juga

OJK Pantau Ketat Delapan Perusahaan Multifinance yang Kekurangan Modal Inti

OJK Pantau Ketat Delapan Perusahaan Multifinance yang Kekurangan Modal Inti

Pergeseran ini erat kaitannya dengan perubahan perilaku konsumsi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Saat ini, ada kecenderungan kuat di mana cicilan berbunga jangka pendek telah bergeser fungsi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dari perspektif ekonomi makro, fenomena peningkatan penggunaan kredit paylater ini mencerminkan bagaimana rumah tangga berusaha memenuhi kebutuhan konsumsi mereka melalui skema utang jangka pendek. Dengan kemudahan akses di genggaman tangan, masyarakat dapat dengan cepat memutuskan untuk melakukan pembelian saat itu juga dan membayarnya secara berkala.

Jika ditinjau dari sisi penyedia layanan, pertumbuhan baki debet paylater perbankan ini utamanya didorong oleh kinerja bank-bank yang masuk dalam kategori KBMI 1 dan KBMI 3. Bank-bank dalam kelompok ini berhasil mencatatkan pertumbuhan baki debet paylater hingga mencapai dua digit (double digit). Keberhasilan bank KBMI 1 dan KBMI 3 dalam menggenjot penyaluran paylater ini memperlihatkan bahwa perbankan tradisional kini semakin adaptif dalam mengadopsi produk digital guna bersaing dengan platform teknologi finansial non-bank.

Kendati menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, porsi paylater terhadap total kredit perbankan secara keseluruhan sebenarnya masih tergolong kecil. OJK mencatat bahwa porsi paylater hanya menyumbang sekitar 0,34 persen dari total kredit perbankan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun paylater sangat populer di kalangan ritel dan masyarakat umum, kontribusinya terhadap portofolio kredit perbankan secara makro belum mendominasi jika dibandingkan dengan sektor kredit korporasi atau kredit pemilikan rumah.

Baca Juga

TPIA Kembali Jadi Sasaran Jual Bersih Asing Terbesar Saat IHSG Menguat

TPIA Kembali Jadi Sasaran Jual Bersih Asing Terbesar Saat IHSG Menguat

Di sisi lain, kekhawatiran mengenai risiko kredit macet akibat kemudahan berutang ini tampaknya masih dapat diredam dengan baik oleh industri perbankan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) untuk layanan paylater perbankan pada Juni 2026 berada di level yang terjaga, yakni sebesar 2,36 persen. Angka NPL ini bahkan menunjukkan perbaikan atau penurunan jika dibandingkan dengan posisi pada bulan Mei 2026 yang sempat berada di level 2,50 persen. Penurunan rasio NPL ini mencerminkan bahwa meskipun penyaluran kredit paylater tumbuh subur, perbankan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyaring profil risiko para nasabahnya.

Secara keseluruhan, data dan perkembangan teranyar ini memberikan bukti konkret bahwa paylater bukan lagi sekadar tren sesaat di Indonesia. Dengan dukungan ekosistem digital yang terus berkembang, integrasi perbankan yang semakin kuat melalui bank KBMI 1 dan KBMI 3, serta pengelolaan risiko yang relatif terjaga, layanan pembiayaan jangka pendek ini tampaknya akan terus menjadi bagian penting dari sistem pembayaran dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKperbankanPaylaterKredit Konsumtif

Berita Terbaru Lainnya

OJK Pantau Ketat Delapan Perusahaan Multifinance yang Kekurangan Modal IntiTPIA Kembali Jadi Sasaran Jual Bersih Asing Terbesar Saat IHSG MenguatUpaya Penataan Kawasan Pesisir Aceh Barat Melalui Usulan Kampung Nelayan Merah PutihDua Skuad Timnas U18 Putri Siap Berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Barat Laut Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi TsunamiPemerintah Targetkan Pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih Tahun IniHarga Minyak Dunia Anjlok Nyaris 4 Persen Pasca Rencana Diplomasi AS dan IranSistem Tertutup Tambak Udang Vaname Mulai Dikembangkan di Kawasan Industri Semarang

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap