Pemerintah bersama sektor perbankan terus mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah nyata ini tercermin dalam rencana akad massal pembiayaan perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 Juli mendatang. Dalam momentum tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI siap menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar yang menyasar sekitar 7.100 debitur. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menegaskan bahwa keterlibatan perseroan dalam proyek di Batang ini merupakan komitmen konkret untuk menyukseskan program perumahan nasional. Dukungan finansial ini dirancang agar menyentuh ekosistem perumahan secara menyeluruh, baik dari sisi penyediaan unit maupun permintaan pasar. Melalui skema bunga yang sangat kompetitif dan terjangkau, program ini juga mengemban misi sosial yang penting, yaitu membebaskan masyarakat kelas bawah dari jerat rentenir atau pinjaman informal berbunga tinggi saat berupaya memiliki tempat tinggal sendiri.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Kegiatan di Batang ini merupakan bagian dari rangkaian program akad massal nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Menteri PKP, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa agenda kali ini menargetkan penandatanganan akad untuk 62.000 unit rumah subsidi secara keseluruhan. Kegiatan serupa sebelumnya telah sukses digelar di Bogor dengan menyasar 26.000 unit rumah pada September 2025, serta di Serang melalui pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 50.030 unit. Keberhasilan ini terwujud berkat kolaborasi erat berbagai lembaga, mulai dari BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perbankan, pengembang, pemerintah daerah, hingga verifikasi data oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Program KUR Perumahan yang digagas di era Presiden Prabowo Subianto ini memang dirancang multi-manfaat. Selain mempermudah masyarakat memiliki rumah, program ini juga menghidupkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor konstruksi, seperti kontraktor lokal, pengembang skala kecil, hingga toko bahan bangunan di daerah. Karena serapan pasarnya yang sangat tinggi meski belum genap berjalan satu tahun, pemerintah memutuskan menaikkan alokasi kuota program ini secara signifikan, dari yang semula berkisar Rp 36 triliun kini menjadi Rp 50 triliun.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Sebagai motor utama penyaluran, BRI mencatatkan kinerja yang sangat impresif dengan menguasai lebih dari separuh porsi penyaluran nasional. Hingga 26 Juli 2026, bank pelat merah ini telah berhasil menyalurkan KUR Perumahan sebesar Rp 10,9 triliun dari total target Rp 12 triliun yang diamanatkan pemerintah untuk tahun ini. Dengan sisa target yang relatif kecil dan waktu yang masih berjalan, manajemen BRI optimistis target tahunan tersebut akan tercapai sepenuhnya. Keyakinan ini didorong oleh infrastruktur jaringan kantor BRI yang tersebar luas hingga pelosok, basis nasabah yang besar, serta fokus bisnis perseroan yang sejak awal memang berakar pada pemberdayaan sektor UMKM.






