apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

BPS, Sawit hingga Kopi Jadi Andalan Ekspor RI ke Arab Saudi

Usat NgajiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 16.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPS, Sawit hingga Kopi Jadi Andalan Ekspor RI ke Arab Saudi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencatatkan peningkatan yang cukup signifikan dan berhasil mencapai angka US$3,43 miliar pada tahun 2025. Perkembangan positif ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-18 sebagai negara pemasok barang terbesar ke Arab Saudi. Posisi ini menunjukkan adanya kenaikan kelas yang nyata jika dibandingkan dengan kondisi perdagangan bilateral kedua negara pada dua dekade sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas asal Indonesia kini memiliki posisi tawar yang kuat di pasar Arab Saudi. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, atau yang akrab disapa Winny, menjelaskan bahwa komoditas seperti minyak sawit, kopi, hingga produk kayu menjadi andalan ekspor utama Indonesia yang sukses menguasai pangsa pasar yang cukup besar di negara Timur Tengah tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Minyak sawit merupakan komoditas ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi dengan nilai impor yang mencapai US$706,47 juta. Dengan capaian ini, Indonesia berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 38,29 persen, yang berarti lebih dari sepertiga dari total kebutuhan impor minyak sawit di Arab Saudi dipasok oleh produsen Indonesia. Pangsa pasar minyak sawit Indonesia ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan dengan negara-negara pesaing lainnya seperti Malaysia yang hanya menguasai 12,74 persen pasar, Ukraina dengan 7,69 persen, serta Oman dengan 5,98 persen.

Baca Juga

idEA Hormati Keputusan Penundaan Pemungutan Pajak Marketplace hingga November 2026

idEA Hormati Keputusan Penundaan Pemungutan Pajak Marketplace hingga November 2026

Selain minyak sawit, komoditas kayu dan barang dari kayu juga mencatatkan kinerja ekspor yang solid dengan nilai mencapai US$146,86 juta dan mengamankan pangsa pasar sebesar 8,08 persen. Dalam memasok produk kayu ke Arab Saudi, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara seperti China, Thailand, dan Finlandia. Sementara itu, untuk komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$122,13 juta dengan pangsa pasar 6,61 persen. Pada sektor ini, eksportir Indonesia bersaing ketat dengan kompetitor dari Etiopia, India, dan Guatemala.

Komoditas ekspor Indonesia lainnya yang juga memiliki kinerja baik adalah kertas dan produk turunannya. Nilai ekspor untuk produk kertas ini mencapai US$103,61 juta dengan pangsa pasar sebesar 5,92 persen. Di samping itu, ekspor olahan daging, ikan, krustasea, dan moluska dari Indonesia ke Arab Saudi juga menunjukkan angka yang menjanjikan, yakni mencapai nilai US$78,35 juta dengan pangsa pasar sebesar 19,60 persen. Untuk kategori olahan pangan ini, pangsa pasar Indonesia berada di bawah Thailand yang menguasai 27,79 persen pasar, namun Indonesia masih lebih unggul dibandingkan Malaysia yang hanya mencatatkan pangsa pasar sebesar 9,74 persen.

Baca Juga

Mayoritas Alumni Magang Nasional Sukses Direkrut Jadi Karyawan Perusahaan

Mayoritas Alumni Magang Nasional Sukses Direkrut Jadi Karyawan Perusahaan

Indonesia juga mengekspor biji dan buah yang mengandung minyak dengan nilai mencapai US$66,88 juta dan pangsa pasar sebesar 7,27 persen. Selain itu, produk alas kaki dari Indonesia turut menyumbang nilai ekspor sebesar US$59,28 juta dengan pangsa pasar sebesar 5,30 persen. Namun, khusus untuk komoditas alas kaki ini, pangsa pasar Indonesia masih tertinggal jauh di bawah China yang mendominasi dengan 52,33 persen pangsa pasar di Arab Saudi, diikuti oleh Vietnam dengan 15,93 persen, dan Italia dengan 11,56 persen.

Pencapaian Indonesia di peringkat ke-18 pada tahun 2025 ini menandai perkembangan yang sangat pesat. Sebagai perbandingan, pada tahun 2005 silam, Indonesia masih berada di peringkat ke-24 sebagai negara asal impor Arab Saudi, dengan nilai ekspor yang hanya sebesar US$517,61 juta dan pangsa pasar yang sangat kecil, yaitu 0,90 persen. Pergeseran posisi Indonesia ini juga terjadi di tengah perubahan peta persaingan dagang di Arab Saudi. Dua dekade lalu, pasar impor Arab Saudi masih didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman. Namun saat ini, China telah bergeser menjadi pemasok terbesar bagi Arab Saudi, yang kemudian disusul oleh Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), dan India.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

eksporBPSArab Saudiminyak sawit

Berita Terbaru Lainnya

Ketua DPRD Kota Bogor Apresiasi Kinerja Polri pada Hari Bhayangkara ke-80idEA Hormati Keputusan Penundaan Pemungutan Pajak Marketplace hingga November 2026Mayoritas Alumni Magang Nasional Sukses Direkrut Jadi Karyawan PerusahaanIHSG Diproyeksikan Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari IniTingkat Pengangguran Lulusan SMK Capai 7,68 Persen, Tertinggi di IndonesiaEkonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026Bamsoet Sebut Pasal 45-49 KUHP Baru Perkuat Akuntabilitas KorporasiPolisi Selidiki Kecelakaan Beruntun Enam Kendaraan di Kebon Pedes Bogor

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap