Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data terbaru mengenai perkembangan harga komoditas pangan pokok di Indonesia. Dalam laporan terbarunya, BPS mencatat bahwa harga beras premium di tingkat penggilingan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada Juli 2026, harga beras premium di tingkat penggilingan melesat hingga 10,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Lonjakan harga pada beras kualitas premium ini menjadi perhatian penting karena mencerminkan adanya tekanan kenaikan harga sejak dari tingkat produsen atau penggilingan sebelum didistribusikan lebih lanjut ke pasar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pergerakan harga beras tersebut. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh BPS, harga beras premium di tingkat penggilingan pada Juli 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Kenaikan bulanan ini menunjukkan bahwa harga beras premium terus bergerak naik secara bertahap dari bulan sebelumnya hingga akhirnya terakumulasi menjadi kenaikan yang cukup tinggi dalam setahun.








