Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data terbaru mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia untuk periode Juli 2026. Laporan ini menunjukkan bahwa perkembangan harga barang dan jasa di tingkat konsumen mengalami perubahan yang cukup signifikan. Berdasarkan pencatatan BPS, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) pada Juli 2026. Di sisi lain, meskipun terjadi deflasi secara bulanan, tingkat inflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) terpantau masih berada di angka 2,18 persen. Perbedaan arah antara laju inflasi tahunan dan deflasi bulanan ini memperlihatkan pergerakan harga yang dinamis di pasar domestik sepanjang periode tersebut.
Rincian mengenai perkembangan indeks harga konsumen ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Menurut data yang dirilis, laju inflasi untuk tahun kalender atau year-to-date (ytd) terhitung sejak awal tahun hingga Juli 2026 telah menyentuh angka 1,65 persen. Angka inflasi tahun kalender ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat akumulasi kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat selama tujuh bulan pertama di tahun 2026. Pencatatan ini juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai stabilitas harga di tingkat nasional.








