apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

BPS Catat Indonesia Alami Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Usat NgajiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 12.44 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPS Catat Indonesia Alami Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data terbaru mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia untuk periode Juli 2026. Laporan ini menunjukkan bahwa perkembangan harga barang dan jasa di tingkat konsumen mengalami perubahan yang cukup signifikan. Berdasarkan pencatatan BPS, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) pada Juli 2026. Di sisi lain, meskipun terjadi deflasi secara bulanan, tingkat inflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) terpantau masih berada di angka 2,18 persen. Perbedaan arah antara laju inflasi tahunan dan deflasi bulanan ini memperlihatkan pergerakan harga yang dinamis di pasar domestik sepanjang periode tersebut.

Rincian mengenai perkembangan indeks harga konsumen ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Menurut data yang dirilis, laju inflasi untuk tahun kalender atau year-to-date (ytd) terhitung sejak awal tahun hingga Juli 2026 telah menyentuh angka 1,65 persen. Angka inflasi tahun kalender ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat akumulasi kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat selama tujuh bulan pertama di tahun 2026. Pencatatan ini juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai stabilitas harga di tingkat nasional.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Baca Juga

Trump Batal Serang Iran, Rupiah Hari Ini Berpotensi Menguat

Trump Batal Serang Iran, Rupiah Hari Ini Berpotensi Menguat

BPS juga merinci kontribusi dari berbagai kelompok pengeluaran terhadap pembentukan angka deflasi bulanan tersebut. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat sebagai penyumbang deflasi bulanan terbesar pada bulan Juli 2026. Kelompok pengeluaran ini mengalami deflasi sebesar 0,89 persen dengan andil deflasi terhadap IHK nasional sebesar 0,26 persen. Penurunan harga pada kelompok ini didorong oleh komponen harga bergejolak (volatile prices) yang mengalami deflasi sebesar 1,68 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,28 persen. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama terhadap deflasi komponen harga bergejolak ini meliputi bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, jeruk, semangka, serta sawi hijau.

Sebaliknya, kenaikan harga masih terjadi pada beberapa komponen lainnya. Komponen inti pada Juli 2026 mencatatkan inflasi sebesar 0,14 persen dengan andil inflasi terhadap IHK sebesar 0,09 persen. Komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi komponen inti ini meliputi biaya sekolah dasar, biaya taman kanak-kanak, bimbingan belajar, harga sepeda motor, pelumas atau oli mesin, serta telepon seluler. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami kenaikan dengan mencatatkan inflasi sebesar 0,25 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen. Di dalam komponen harga yang diatur pemerintah tersebut, komoditas bensin menjadi penyumbang yang paling dominan terhadap inflasi.

Baca Juga

Transformasi Desa Kuno Guangdong Menjadi Kawasan Resort Mewah Bernilai Tinggi

Transformasi Desa Kuno Guangdong Menjadi Kawasan Resort Mewah Bernilai Tinggi

Perkembangan harga barang dan jasa pada Juli 2026 ini juga memperlihatkan variasi kondisi ekonomi di tingkat daerah atau provinsi. Dari total 38 provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, BPS mencatat sebanyak 27 provinsi mengalami deflasi, sedangkan 11 provinsi lainnya mengalami inflasi. Di antara daerah-daerah yang mengalami penurunan harga, wilayah Papua Pegunungan tercatat sebagai wilayah yang mengalami deflasi terendah dengan angka sebesar 1,37 persen. Di sisi lain, untuk wilayah yang mengalami kenaikan harga konsumen, Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia dengan capaian sebesar 0,38 persen.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InflasiBPSEkonomi Indonesiadeflasi

Berita Terbaru Lainnya

Gelombang Panas dan Kekeringan Landa AS hingga Eropa, Picu Kebakaran Hutan dan Krisis AirKementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi DesaKetahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan MalinauAman dan Nyaman di Perjalanan, Bagaimana DENZA D9 Menjawab Kebutuhan Mobil Listrik Keluarga?Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 2.610.000 per GramTrump Batal Serang Iran, Rupiah Hari Ini Berpotensi MenguatTransformasi Desa Kuno Guangdong Menjadi Kawasan Resort Mewah Bernilai TinggiRoket SpaceX Diprediksi Tabrak Permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap