apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2025, Beri Catatan Soal Denda Tambang

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 09.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2025, Beri Catatan Soal Denda Tambang
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara resmi memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2025. Hasil pemeriksaan ini diserahkan langsung oleh Anggota I BPK RI yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sebuah pertemuan di Jakarta. Kendati berhasil mempertahankan opini WTP, kementerian ini tetap mendapatkan sorotan tajam dari BPK mengenai tata kelola keuangan, terutama terkait penagihan denda administratif di sektor pertambangan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Dalam dokumen LHP yang diserahkan, BPK memaparkan beberapa poin penting yang membutuhkan perbaikan mendesak. BPK menemukan bahwa dasar hukum untuk penagihan serta penyetoran denda administratif atas pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan masih perlu disempurnakan agar memiliki landasan yang kuat. Di samping masalah denda, BPK juga mengidentifikasi adanya pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Ketidaktertiban dalam pengelolaan jaminan pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) turut menjadi temuan yang harus segera diselesaikan oleh pihak kementerian.

Baca Juga

Pertamina Sertifikasi Operator Lokal demi Jamin Keberlanjutan Energi Bersih di Ratusan Desa

Pertamina Sertifikasi Operator Lokal demi Jamin Keberlanjutan Energi Bersih di Ratusan Desa

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, BPK mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang berfokus pada perbaikan sistem pengendalian internal serta pengelolaan keuangan dan aset negara. Rekomendasi ini juga menekankan pentingnya peningkatan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di lingkungan kementerian. Dari sisi penanganan temuan, Kementerian ESDM mencatatkan kinerja yang cukup positif dengan menindaklanjuti 82,44 persen dari rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Selain itu, kementerian telah merampungkan penyelesaian untuk 88 dari total 99 kasus kerugian negara yang tercatat. Capaian tindak lanjut ini menempatkan Kementerian ESDM di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 76 persen.

Di luar evaluasi dan catatan kritis tersebut, BPK tetap memberikan apresiasi atas beberapa pencapaian kinerja Kementerian ESDM sepanjang tahun 2025. Beberapa aspek positif yang disorot antara lain adalah kepatuhan dalam ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan kepada pemeriksa, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, serta adanya peningkatan pada kinerja organisasi secara umum. Kendati demikian, BPK mengingatkan bahwa kementerian masih dihadapkan pada tantangan besar dalam implementasi Government 5.0. Tantangan-tantangan ini mencakup ketidakmerataan transformasi digital, fragmentasi data di lingkup pemerintahan, keterbatasan kapasitas dan jumlah sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan (AI), masalah integritas tata kelola, kapasitas SDM, aspek keamanan siber, hingga hambatan dalam koordinasi antarlembaga.

Baca Juga

Arti Peringkat Kredit Negara yang Dirilis Lembaga Pemeringkat Internasional

Arti Peringkat Kredit Negara yang Dirilis Lembaga Pemeringkat Internasional

Menatap periode selanjutnya, BPK telah menyiapkan langkah pengawasan yang lebih komprehensif. Pada Semester II 2025, BPK berencana untuk melaksanakan pemeriksaan pendahuluan sebagai bagian dari persiapan audit tematik nasional yang berfokus pada ketahanan energi. Ruang lingkup pemeriksaan ini nantinya akan mencakup tata kelola energi baru terbarukan (EBT) serta pengelolaan sumber daya mineral di Indonesia. BPK juga menjadwalkan pemeriksaan dengan tujuan tertentu untuk memantau secara khusus bagaimana pengelolaan pertambangan batu bara dijalankan, guna memastikan pemanfaatan sumber daya alam tersebut berjalan sesuai koridor hukum dan memberikan manfaat optimal bagi negara.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPKpertambanganKementerian ESDM

Berita Terbaru Lainnya

Menteri PPPA Minta Polisi Usut Temuan Ratusan Senjata dan Narkotika di Sekolah Swasta Jakarta SelatanPertamina Sertifikasi Operator Lokal demi Jamin Keberlanjutan Energi Bersih di Ratusan DesaArti Peringkat Kredit Negara yang Dirilis Lembaga Pemeringkat InternasionalPramono Anung Ungkap Alasan Pembongkaran JPO Love-Hate di Rasuna SaidGelombang Panas di Korea Selatan Diprediksi Bertahan hingga Akhir Agustus 2026Rupiah Menguat Tiga Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Posisi Rp17.885Penipuan CPNS di Jawa Timur Mencuat, Kerugian Ditaksir Tembus Rp20 MiliarPemerintah Tetapkan Tema HUT ke-81 RI 2026, Ini Poin Penting untuk Amanat Pembina Upacara

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026