Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini mendorong transformasi di tubuh BUMN transportasi. Jika sebelumnya keberhasilan operator jalan tol kerap diukur dari pertumbuhan volume lalu lintas dan penyelesaian proyek fisik, kini fokus tersebut digeser ke arah peningkatan pelayanan yang berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat.
Senior Director Transportation Sector Danantara Aset Manajemen (DAM), Wamildan Tsani Panjaitan, menegaskan bahwa indikator kesuksesan BUMN transportasi tidak lagi terbatas pada pertumbuhan trafik, pendapatan tol, atau selesainya proyek strategis semata. Keamanan serta kemudahan bagi para pengguna jalan kini menjadi prioritas utama yang harus dipenuhi.
Sorotan ini secara khusus diarahkan pada kualitas layanan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR). Saat mengunjungi Danantara Housing Expo 2026 pada Senin (31/8/2026), Wamildan mendorong agar masyarakat pengguna jalan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi Travoy untuk menunjang perjalanan mereka.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Menanggapi arah baru ini, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa perusahaan tengah menjalankan transformasi pelayanan. Jasa Marga menggeser paradigma lama dari sekadar penyedia "infrastructure" menjadi "infraculture". Pergeseran ini mengubah fokus yang awalnya hanya membangun jalan tol sebagai aset fisik, kini menjadi budaya pelayanan terbaik bagi pengguna jalan.
Salah satu wujud nyata dari perubahan paradigma ini adalah optimalisasi ekosistem digital Travoy. Melalui aplikasi ini, pengguna jalan tol dapat menikmati berbagai kemudahan transaksi sejak memasuki gerbang tol, mulai dari pengisian saldo (top-up), struk digital (digital receipt), hingga transaksi nirsentuh menggunakan stiker Radio Frequency Identification (RFID).
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Selain itu, fitur Travoy Rest memudahkan pengendara memantau fasilitas di tempat istirahat, seperti ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Jika terjadi kendala darurat di tengah jalan, pengguna dapat langsung menghubungi One Call Center 133 melalui aplikasi untuk mendapatkan bantuan darurat, termasuk layanan derek.






