Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama dengan Danantara tengah menyusun peta jalan strategi transformasi BUMN untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Langkah taktis ini dirumuskan dalam sebuah rapat internal bersama Danantara Asset Management (DAM) yang dipimpin langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Penyusunan peta jalan tersebut ditargetkan untuk memperkuat daya sang perusahaan-perusahaan milik negara agar mampu berkompetisi di kancah global.
Dalam pelaksanaannya, transformasi BUMN ini akan menitikberatkan fase awal pada program konsolidasi dan restrukturisasi. Dony Oskaria menekankan beberapa tema utama yang harus menjadi arah bersama, meliputi konsolidasi, pengembangan sumber daya manusia (people development), budaya perusahaan (corporate culture), inovasi, hingga penciptaan nilai (value creation). Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah menargetkan agar BUMN Indonesia tidak hanya bersaing secara domestik, melainkan juga mampu menembus daftar perusahaan terbesar dunia, Fortune 500.
Upaya pembenahan internal di lingkungan BUMN sebenarnya sudah mulai terlihat pada beberapa sektor. Sebagai contoh, IFG melakukan pemangkasan terhadap 12 entitas guna memfokuskan kinerjanya pada pencegahan salah investasi (misinvestment) di sektor asuransi. Di sisi lain, beberapa BUMN mencatatkan perkembangan positif, seperti PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Langkah pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ini rupanya mendapatkan respons positif dari pelaku usaha internasional. GMR Group, sebuah perusahaan multinasional asal India, menilai bahwa kehadiran BPI Danantara dapat menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kepercayaan investor asing di Indonesia. Salah satu unit usahanya, GMR Airports Limited, bahkan telah menyatakan minatnya untuk memperluas investasi di tanah air, dengan catatan apabila pemerintah bersedia membuka peluang yang lebih besar bagi keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan bandara.
Kendati demikian, rencana pelibatan Danantara dalam ekosistem keuangan negara masih memicu diskusi di tingkat regulasi. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut memberikan tanggapan terhadap wacana masuknya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ini ke dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa peran Danantara di dalam KSSK nantinya hanya terbatas pada pemberian masukan dan tidak memiliki kewenangan eksekutif yang lebih jauh.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Di tengah proses transformasi BUMN dan penataan investasi ini, dinamika perekonomian nasional terus berjalan. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) baru saja menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV di Jakarta pada tanggal 30–31 Juli 2026. Selain itu, pemerintah juga menghadapi agenda perdagangan internasional baru, di mana kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa ditargetkan dapat mulai bergulir pada tahun depan.
Di sektor pasar modal dan teknologi finansial, para pelaku industri juga terus melakukan adaptasi. Direktur BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, memberikan rekomendasi kepada para investor pemula untuk memilih saham dividen sebagai pilihan investasi yang aman ketika pasar saham sedang mengalami fluktuasi. Sementara itu, platform investasi Pluang meluncurkan teknologi kecerdasan buatan teranyar bernama Agentic Trading, yang dirancang khusus untuk membantu para investor melakukan riset hingga eksekusi transaksi secara otomatis.






