apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Beijing Kecam Tarif Sepihak Washington, Ekonomi Global Kembali Terancam

Andi TobanDiterbitkan 26 Jul 2026 - 08.52 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Beijing Kecam Tarif Sepihak Washington, Ekonomi Global Kembali Terancam
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Beijing menolak keras gelombang baru tarif yang diberlakukan Amerika Serikat mulai Jumat (24/7). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan bahwa semua bentuk tarif sepihak tidak bisa diterima dan bertentangan dengan semangat perdagangan bebas. “Perang tarif dan perang dagang tidak menguntungkan siapa pun,” ujar Lin dalam konferensi pers yang berlangsung di tengah ketegangan baru hubungan trans-Pasifik.

Langkah Washington itu mewajibkan bea masuk tambahan sebesar 10 hingga 12,5 persen bagi barang impor dari 60 mitra dagang utama. China, Jepang, Uni Eropa, dan puluhan negara lain menjadi sasaran setelah pemerintah AS menilai mereka belum cukup keras melarang impor produk yang diduga dihasilkan melalui kerja paksa. Bagi Beijing, tarif 12,5 persen itu langsung bertumpuk di atas bea masuk yang sudah berlaku, tanpa ada perlakuan khusus seperti yang kadang diterima sekutu tradisional Washington.

Yang membedakan kebijakan ini dari tuduhan dagang biasa adalah pemetaan “rapor” hak asasi dalam perdagangan. Sekitar 20 negara, antara lain Inggris, Indonesia, Malaysia, dan Meksiko, hanya dihukum dengan tarif 10 persen karena dianggap sudah mengambil langkah hukum yang lebih tegas menolak barang kerja paksa. Di sisi lain, Jepang dan Korea Selatan menghadapi tarif lebih tinggi, meskipun produk mereka yang sebelumnya sudah terkena bea 12,5 persen atau lebih dikecualikan dari tambahan baru. China, yang kerap dituduh menggunakan praktik itu tanpa bukti yang sepenuhnya diakui secara internasional, tidak mendapatkan keringanan serupa.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Di Beijing, belum ada sinyal jelas mengenai aksi balasan. Lin Jian memilih tidak mengungkap apakah China akan menyiapkan daftar produk AS yang bakal dikenai bea tambahan atau langkah lain. Namun, keheningan itu terjadi di saat yang kritis: tarif baru ini diumumkan hanya sehari sebelum tarif global 10 persen yang diberlakukan Presiden Donald Trump pada Februari lalu berakhir. Artinya, kebijakan anyar yang mengemas isu moral ke dalam instrumen dagang itu menggantikan tarif darurat sebelumnya yang sempat terganjal pembatalan pengadilan terhadap skema tarif timbal balik.

Hampir seluruh impor Amerika Serikat ikut terseret. Data Kantor Perwakilan Dagang AS menyebut bahwa negara-negara sasaran mencakup sekitar 99 persen dari total barang yang masuk ke pasar terbesar dunia itu. Pengecualian hanya diberikan pada produk yang sudah dibebani tarif sektoral sebelumnya—seperti mobil dan baja dengan alasan keamanan nasional—sehingga beban baru tidak menimpa industri yang selama ini menjadi andalan proteksi Trump.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Jangkauan aturan ini mengonfirmasi bahwa Washington tidak sekadar menekan negara tertentu, melainkan mendesain ulang arsitektur dagang dengan justifikasi kerja paksa dan kelebihan kapasitas industri. Pemerintahan Trump diketahui tengah meneliti praktik yang dianggap curang di 16 perekonomian, termasuk China, India, Jepang, Vietnam, dan Uni Eropa. Dengan begitu, babak baru ketegangan dagang ini berpotensi meluas, bukan hanya memukul rantai pasok Asia, melainkan juga mendorong negara-negara berkembang ikut bergegas menyesuaikan regulasi ketenagakerjaan agar tidak masuk daftar hitam.

Peringatan Lin Jian bahwa perang tarif tidak memberi keuntungan kepada siapa pun menjadi cermin cemas bagi pasar global. Di tengah upaya pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, tarif berbalut moral ini justru memperdalam ketidakpastian. Pertarungan antara Beijing dan Washington kembali bukan soal bea masuk semata, tetapi tentang siapa yang paling tahan berdiri di tengah badai yang mereka ciptakan sendiri.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Chinaperang dagangtarif ASkerja paksaekonomi globalLin Jian

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap