apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Beban Berat APBN di Balik Murahnya Harga Pertalite dan Solar

Usat NgajiDiterbitkan 28 Jul 2026 - 19.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Beban Berat APBN di Balik Murahnya Harga Pertalite dan Solar
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Masyarakat Indonesia mungkin terbiasa mengisi tangki kendaraan mereka dengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tanpa menyadari beban finansial raksasa yang ditanggung oleh negara. Di balik label harga murah yang terpampang di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terdapat selisih harga yang sangat timpang antara harga jual eceran dan nilai keekonomian sebenarnya. Kebijakan mempertahankan harga ini telah berlangsung sejak penyesuaian terakhir pada awal September 2022, namun tekanan di balik layar terus meningkat seiring dengan dinamika pasar global.

Salah satu jenis bahan bakar yang paling krusial bagi mobilitas logistik dan transportasi publik adalah Solar subsidi, atau yang secara resmi dikategorikan sebagai Jenis BBM Tertentu (JBT). Saat ini, konsumen hanya perlu membayar Rp6.800 per liter untuk mendapatkan Solar. Padahal, menurut data yang diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno dalam sebuah diskusi di Jakarta, biaya produksi atau harga keekonomian riil dari bahan bakar ini menyentuh angka Rp12.000 per liter. Artinya, kas negara harus merogoh kocek sedalam Rp5.200 untuk setiap liter Solar yang dikonsumsi oleh masyarakat guna menutup selisih tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Baca Juga

Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru di Tengah Kerapuhan Ekonomi Global

Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru di Tengah Kerapuhan Ekonomi Global

Kondisi serupa, bahkan dengan beban yang lebih berat, terjadi pada Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) alias Pertalite. Bahan bakar dengan oktan RON 90 yang menjadi konsumsi mayoritas kendaraan roda dua dan roda empat ini dijual dengan harga Rp10.000 per liter di seluruh pelosok negeri. Nilai tersebut rupanya jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan harga keekonomiannya yang ditaksir mencapai Rp16.100 per liter. Lewat skema subsidi energi ini, pemerintah menyokong hingga Rp6.100 per liter agar harga Pertalite tetap terjangkau di tangan konsumen akhir.

Tingginya harga keekonomian ini tidak lepas dari masalah mendasar yang membayangi sektor energi nasional, yaitu ketergantungan yang tinggi pada pasokan luar negeri. Indonesia saat ini menghadapi jurang pemisah yang lebar antara tingkat konsumsi dan kemampuan produksi minyak bumi domestik. Kebutuhan BBM nasional telah menyentuh angka 1,6 juta barel per hari (bph). Sementara itu, kapasitas produksi atau lifting minyak dalam negeri hanya mampu menyuplai sekitar 600 ribu bph. Defisit satu juta barel per hari inilah yang terpaksa dipenuhi melalui keran impor.

Baca Juga

Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum Jelas

Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum Jelas

Ketergantungan terhadap impor ini menempatkan ketahanan energi Indonesia dalam posisi yang rentan terhadap gejolak global. Kebutuhan untuk mendatangkan bahan baku dari luar negeri secara langsung memberikan tekanan yang signifikan terhadap kesehatan fiskal negara. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dialokasikan dalam jumlah besar untuk membiayai impor demi menjaga denyut nadi perekonomian tetap berputar. Selama kesenjangan antara produksi domestik dan konsumsi tidak terjembatani, subsidi energi akan terus menjadi beban berat yang menuntut pengelolaan anggaran secara ekstra hati-hati.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketahanan energiAPBNSubsidi BBMPertaliteSolar

Berita Terbaru Lainnya

Amerika Serikat Terapkan Tarif Baru di Tengah Kerapuhan Ekonomi GlobalEkspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum JelasPertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor MinyakDestry Damayanti Pimpin Sementara Bank Indonesia demi Jaga Stabilitas RupiahDPR Pastikan Stabilitas Rupiah Aman Setelah Perry Warjiyo Mundur dari Bank IndonesiaPresiden Prabowo Kumpulkan Anggota KSSK di Istana Negara Bahas Situasi Ekonomi TerkiniIndustri Perbankan Tetap Tenang Pasca Pengunduran Diri Perry WarjiyoInvestor Asing Diam-Diam Koleksi Saham Pilihan Saat IHSG Tertekan Sentimen Bank Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap