apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Beban Belanja Pegawai Pemerintah dalam APBN 2025 Melonjak Jadi Rp 512,60 Triliun

Usat NgajiDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Beban Belanja Pegawai Pemerintah dalam APBN 2025 Melonjak Jadi Rp 512,60 Triliun
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah mencatat kenaikan beban belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025. Berdasarkan data terbaru, total beban pegawai pemerintah melonjak menjadi Rp 512,60 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan realisasi anggaran pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 476,50 triliun.

Kenaikan ini tertuang secara resmi dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
). Dari hasil pemeriksaan tersebut, beban pegawai pemerintah secara keseluruhan mengalami pertumbuhan sebesar Rp 36,10 triliun atau naik sekitar 7,58 persen secara tahunan. Peningkatan alokasi anggaran ini tersebar di berbagai komponen belanja pegawai, mulai dari pemenuhan hak pensiun, tunjangan khusus, hingga penyesuaian upah tenaga kerja kontrak.

Bila ditelisik lebih mendalam berdasarkan komponennya, beban pegawai terbesar dialokasikan untuk pembayaran manfaat pensiun dan uang tunggu. Pos anggaran ini mencapai Rp 166,41 triliun pada APBN 2025, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 160,42 triliun. Selain itu, komponen beban tunjangan khusus dan beban pegawai transito juga memberikan kontribusi besar dengan nilai mencapai Rp 106,97 triliun, naik dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 96,24 triliun. Pihak otoritas mencatat bahwa lonjakan nominal terbesar pada APBN periode ini memang terjadi pada komponen tunjangan khusus dan pegawai transito tersebut.

Baca Juga

Perkuat Pengawasan Pembayaran Digital, BI DKI Luncurkan TRUST Jakarta

Perkuat Pengawasan Pembayaran Digital, BI DKI Luncurkan TRUST Jakarta

Sementara itu, untuk belanja gaji dan tunjangan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat sebesar Rp 91,45 triliun, sedikit meningkat dari perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp 91,36 triliun. Di sisi lain, belanja gaji dan tunjangan untuk anggota TNI dan Polri juga mengalami kenaikan menjadi Rp 72,61 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp 70,01 triliun. Untuk pegawai non-PNS, pemerintah mengalokasikan anggaran gaji dan tunjangan sebesar Rp 25,41 triliun, naik dari Rp 20,45 triliun pada tahun sebelumnya.

Salah satu lonjakan yang cukup mencolok terlihat pada komponen gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Anggaran untuk PPPK melesat menjadi Rp 12,61 triliun, naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 6,66 triliun. Kenaikan tajam juga terjadi pada pos gaji dan tunjangan pejabat negara yang naik menjadi Rp 5,99 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp 1,62 triliun. Adapun untuk program jaminan sosial pegawai, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 13,89 triliun, meningkat dari Rp 12,58 triliun.

Baca Juga

Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

Di luar pos-pos tersebut, terdapat beban barang dan jasa Badan Layanan Umum (BLU) yang tercatat sebesar Rp 14,73 triliun, naik tipis dari Rp 14,66 triliun. Sebaliknya, pos belanja honorarium menjadi satu-satunya komponen yang mengalami penurunan tipis, yakni menjadi Rp 1,42 triliun dari sebelumnya Rp 1,46 triliun pada APBN 2024. Sementara untuk beban lembur pegawai, nilainya masih mengalami kenaikan menjadi Rp 1,08 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 996,02 miliar.

Dalam laporan keuangan yang diaudit BPK ini, rincian pengeluaran disajikan berdasarkan fungsi dan kelompok belanja pegawai secara agregat nasional. Penting untuk dicatat bahwa laporan ini tidak merinci daftar sepuluh instansi atau kementerian secara spesifik satu per satu dengan beban tertinggi. Namun, laporan tersebut menggarisbawahi bahwa di luar Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara yang mengelola dana sebesar Rp 179,78 triliun pada APBN 2025, sisa anggaran belanja pegawai didistribusikan ke berbagai kementerian, lembaga, dan satuan kerja pemerintah di seluruh Indonesia untuk mendukung kelancaran pelayanan publik.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPKgaji pnsBelanja PegawaiAPBN 2025LKPPKeuangan Negara

Berita Terbaru Lainnya

Ritual Unik Musisi Aku Jeje, Makan Rujak Hingga Menghilang demi Inspirasi Lagu BaruPerkuat Pengawasan Pembayaran Digital, BI DKI Luncurkan TRUST JakartaLionel Messi Kembali Berlatih di Inter Miami setelah Kegagalan di Final Piala DuniaGeely Coolray Resmi Meluncur di GIIAS 2026 Perkuat Pasar SUV IndonesiaTernyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru IranKondisi Kian Sulit, BMW Berencana PHK Ribuan Karyawan di JermanSetoran PPh Orang Pribadi 2025 Tembus Rp 21 Triliun, Didorong Kontribusi Pekerja Bebas dan Pegawai SwastaInggris Pertimbangkan Penerbitan Obligasi Perang untuk Danai Anggaran Pertahanan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap