PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memutuskan untuk tetap mempertahankan target pertumbuhan penyaluran kreditnya di kisaran 8 hingga 10 persen hingga akhir tahun 2026. Langkah strategis ini diambil perseroan di tengah situasi pasar yang diwarnai oleh era suku bunga tinggi, menyusul serangkaian kebijakan pengetatan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak beberapa bulan terakhir.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menegaskan bahwa perseroan memilih untuk tidak mengubah target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Keputusan untuk mempertahankan target ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap stabilitas permintaan pembiayaan dari berbagai sektor usaha di tanah air.








