apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 11.25 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menunjukkan kinerja keuangan yang stabil pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp29,5 triliun pada semester I-2026. Pencapaian laba bersih tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 1,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Hingga tanggal 30 Juni 2026, total pendapatan operasional BCA tercatat mencapai Rp55,8 triliun. Angka pendapatan operasional ini mengalami kenaikan sebesar 2,2 persen secara tahunan. Apabila dirinci lebih lanjut, kontributor utama pendapatan operasional ini berasal dari dua pos utama. Pertama, pendapatan bunga bersih perseroan yang tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,6 persen secara yoy menjadi Rp42,4 triliun pada semester I-2026. Kedua, penurunan tersebut berhasil diimbangi oleh kinerja pendapatan nonbunga bersih yang tumbuh positif sebesar 11 persen secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp13,2 triliun pada akhir Juni 2026.

Pertumbuhan kinerja keuangan BCA pada paruh pertama tahun 2026 ini tidak lepas dari peningkatan aktivitas intermediasi perbankan. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa kinerja perseroan didukung oleh berbagai inisiatif strategis. Beberapa faktor pendorong utama kinerja di antaranya adalah penyelenggaraan acara BCA Expoversary 2026 serta aktifnya penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor usaha. Berkat upaya tersebut, total penyaluran kredit BCA secara keseluruhan sukses menyentuh angka Rp1.036 triliun pada akhir semester I-2026, atau meningkat sebesar 8 persen secara yoy.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Jika melihat portofolio kredit secara lebih mendalam, segmen kredit produktif menjadi salah satu pilar penopang utama dengan realisasi mencapai Rp802 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen secara tahunan. Di dalam segmen ini, kredit korporasi mencatatkan kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 13,6 persen yoy menjadi Rp513,4 triliun. Sementara itu, untuk segmen kredit komersial dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga ikut mencatatkan tren positif dengan tumbuh sebesar 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp288,5 triliun.

Selain penyaluran kredit konvensional, BCA juga terus memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan. Hingga akhir Juni 2026, total pembiayaan hijau (green financing) yang disalurkan oleh bank berkode saham BBCA ini telah mencapai Rp123 triliun, mencerminkan pertumbuhan sebesar 19 persen secara tahunan. Komitmen ramah lingkungan ini juga terlihat dari pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan (EBT) yang melonjak signifikan sebesar 82 persen yoy hingga mencapai Rp7,7 triliun. Di samping itu, penyaluran kredit untuk kendaraan bermotor listrik (KKB Listrik) juga mengalami peningkatan sebesar 25 persen secara tahunan menjadi Rp4 triliun.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Dari sisi penghimpunan dana, BCA mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,9 persen secara tahunan, sehingga total DPK mencapai Rp1.284 triliun pada akhir semester I-2026. Pertumbuhan DPK ini utamanya ditopang oleh dana murah atau current account and savings account (CASA) berupa giro dan tabungan yang tumbuh sebesar 10,2 persen yoy menjadi Rp1.082 triliun. Di sisi kualitas aset, BCA tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Hal ini tecermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berada di level 1,9 persen pada akhir Juni 2026, sementara rasio loan at risk (LAR) tercatat berada di level 4,9 persen pada periode yang sama.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

perbankankinerja keuanganLaporan KeuanganBCABBCA

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap