Bau Busuk dari Lorong Sempit Pondok Ranji Ungkap Kematian Misterius

Nyaring AranPublished 26 Jul 2026 - 10.15 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Bau Busuk dari Lorong Sempit Pondok Ranji Ungkap Kematian Misterius
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Aroma tak sedap yang kian menusuk hidung warga di sebuah permukiman padat di kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Sabtu (25/7) mengubah pagi yang semula sunyi menjadi awal terkuaknya kisah tragis. Sejumlah warga yang terusik oleh bau menyengat itu mulai memeriksa sumber aroma dari balik dinding-dinding gang sempit yang berkelok di antara rumah. Di sanalah, dalam ruang yang nyaris tak tersentuh keramaian, mereka menemukan tubuh seorang pria tergeletak tak bernyawa. Kepanikan massa langsung merekah, dan laporan darurat segera terhubung ke piket Kepolisian Sektor Ciputat Timur.

Kompol Bambang Askar Sodiq, Kapolsek Ciputat Timur, menerangkan bahwa penemuan bermula dari kecurigaan warga yang terganggu oleh bau busuk yang merebak dari sebuah lorong. “Mereka melakukan pengecekan bersama dan mendapati sesosok pria sudah meninggal dunia,” ujar Bambang. Petugas yang tiba tak lama kemudian menutup area, meminta tambahan tim identifikasi, dan membentangkan garis kuning di mulut gang yang cuma selebar badan orang dewasa itu. Dari pemeriksaan awal, jenazah diketahui berinisial DS, berusia 36 tahun, dan saat ditemukan kondisinya sudah mengeluarkan aroma tajam yang mengindikasikan kematian telah berlangsung beberapa waktu.

Also Read

Investasi Manusia, Kunci Industri dari Sekolah Vokasi

Olah tempat kejadian perkara berlangsung intens dalam ruang yang terbatas. Personel Inafis menyisir setiap sentimeter aspal gang, mengumpulkan kotoran, puntung rokok, dan serpihan kecil lain yang mungkin menjadi petunjuk bisu. Sejumlah saksi yang pertama kali menyaksikan jasad tersebut dimintai keterangan terpisah. Namun, jejak digital dan olah forensik awal belum langsung menghunjam pada satu kepastian. Pemeriksaan luar yang dilakukan di lokasi tidak serta-merta mengindikasikan penyebab tegas; hasil yang lebih dalam baru bisa dipetik setelah jenazah menjalani serangkaian pemeriksaan di fasilitas kesehatan sesuai prosedur penyelidikan.

Hingga saat ini, penyidik masih menyusun keping demi keping teka-teki kematian DS. Kompol Bambang menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian ini masih dalam proses penyelidikan, dan jenazah telah ditangani sesuai standar operasi guna kepentingan identifikasi dan autopsi. Ia juga melontarkan imbauan kepada seluruh warga yang mungkin memiliki informasi, sekecil apa pun, terkait aktivitas di sekitar gang pada hari-hari sebelum penemuan, agar menyampaikannya ke polisi. “Keterangan dari masyarakat bisa menjadi benang yang merangkai terangnya peristiwa ini,” tuturnya, tanpa memberikan rincian lebih jauh.

Also Read

El Nino dan Perang Gerus Produksi Beras Dunia, Turun Pertama Kali dalam 11 Tahun

Gang sempit di Pondok Ranji kini menjadi saksi bisu yang dicermati banyak pihak. Geografinya yang sepi dan terhimpit permukiman padat menyulitkan rekonstruksi jika tak ada mata yang menangkap gerak-gerik mencurigakan. Keheningan di tempat itu kontras dengan gemuruh tanda tanya yang melingkupi warga sekitar. Beberapa warga tak kuasa menyembunyikan gurat cemas, sementara polisi memastikan bahwa seluruh potongan fakta tengah dirajut untuk menjawab misteri ini. Apakah korban punya riwayat penyakit, menjadi sasaran tindak kejahatan, atau faktor lain—semuanya masih menanti hasil penyelidikan yang kini berjalan di bawah sorotan warganet dan media.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca