Pemandangan rak beras premium yang kosong di sejumlah ritel modern belakangan ini sempat memicu kekhawatiran konsumen. Namun, situasi di lapangan sebenarnya menunjukkan kondisi yang jauh dari kata krisis. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa ketersediaan beras nasional berada dalam posisi yang sangat aman, bahkan mencatatkan rekor pasokan melimpah berkat keberhasilan swasembada pangan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, meluruskan persepsi publik mengenai isu kelangkaan ini. Menurutnya, kekosongan stok hanya terjadi secara kasuistis di beberapa gerai ritel tertentu, sementara sebagian besar jaringan ritel lainnya tetap memiliki pasokan yang memadai. Untuk menjamin kelancaran distribusi, pemerintah terus menggelontorkan beras premium dari berbagai merek kelolaan BUMN, seperti Bulog dan ID Food, langsung ke jalur-jalur pasar modern.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dari sisi pergerakan harga, fluktuasi yang terjadi pada komoditas premium ini dinilai masih dalam batas wajar dan tidak terpaut jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Pada pekan ketiga Juli 2026, rata-rata harga beras premium di tingkat nasional tercatat sebesar Rp15.966 per kilogram. Di Zona I鈥攜ang mencakup wilayah padat penduduk seperti Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi鈥攈arga rata-rata per 24 Juli berada di angka Rp15.224 per kilogram. Angka ini hanya berselisih 2,17 persen di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram, sebuah deviasi yang dinilai masih sangat terkendali bagi konsumen kelas menengah ke atas.
Di saat pasar premium mengalami penyesuaian harga yang tipis, pemerintah memperketat jaring pengaman sosial untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah intervensi ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sepanjang tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga Juli, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah disalurkan ke masyarakat mencapai 1,4 juta ton. Penyaluran ini terbagi atas program SPHP periode Januari-Februari sebesar 221,05 ribu ton, SPHP periode Maret-Juli sebanyak 520,83 ribu ton, serta program bantuan pangan tahap pertama yang menyerap 662,88 ribu ton.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Bapanas juga mengajak masyarakat untuk melihat gambaran besar ketahanan pangan nasional dari sisi hulu. Berkat fondasi swasembada yang sukses dibangun pada tahun 2025, stok beras nasional justru mencatatkan rekor tertinggi mencapai 5,2 juta ton pada pekan ketiga Juli 2026. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa melimpahnya stok ini harus dijaga bersama. Pemerintah, bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri, tidak akan segan-segan menindak tegas para pelaku usaha yang mencoba berspekulasi atau mempermainkan harga beras di tengah masyarakat.






