Bank Dunia resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) untuk proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) ke-22. Dalam menjalankan tugas baru ini, Sri Mulyani akan memimpin jalannya proses penggalangan dana kemanusiaan tersebut bersama Paschal Donohoe, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia. Penunjukan ini menempatkan tokoh ekonomi asal Indonesia tersebut di barisan depan upaya penyelamatan finansial bagi negara-negara miskin.
Siklus pengisian dana yang dikenal sebagai proses IDA22 ini dijadwalkan akan dimulai secara resmi pada pertemuan Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026 mendatang. Setelah rangkaian pembahasan dan negosiasi yang panjang, pertemuan akhir untuk penggalangan komitmen pendanaan (pledging meeting) diperkirakan berlangsung pada Desember 2027. Keputusan dan komitmen yang disepakati dalam rangkaian pertemuan IDA22 tersebut nantinya akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara berpendapatan rendah hingga tahun 2031.








