PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan program Satu Rekening Satu Pelajar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Program KEJAR. Melalui inisiatif ini, pihak bank telah memfasilitasi pembukaan sebanyak 10.282 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang ditujukan khusus bagi para siswa madrasah di wilayah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Program KEJAR ini secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Kehadiran program ini merupakan hasil kolaborasi erat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Sinergi tersebut terjalin antara Pemerintah Kota Kendari, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), Kementerian Agama Kota Kendari, serta pihak PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) sendiri. Kolaborasi ini dirancang untuk memastikan bahwa akses terhadap layanan keuangan formal dapat menjangkau seluruh lapisan pelajar secara merata.
Penyaluran dan pembukaan 10.282 rekening SimPel tersebut dibagi ke dalam beberapa jenjang pendidikan madrasah yang ada di Kota Kendari. Secara lebih terperinci, PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) memfasilitasi pembukaan sebanyak 2.298 rekening untuk para siswa yang menempuh pendidikan di 13 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kemudian, untuk jenjang pendidikan menengah pertama, tercatat ada sebanyak 4.094 rekening yang dibuka bagi siswa di 22 Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sementara untuk tingkat pendidikan menengah atas, pihak bank memfasilitasi pembukaan 3.890 rekening bagi siswa yang tersebar di 24 Madrasah Aliyah (MA).
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Direktur PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda), Suryaningsih, menjelaskan tujuan utama dari inisiatif kepemilikan rekening bagi pelajar ini. Ia menyatakan, "Melalui rekening SimPel, kami ingin menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau pelajar sekaligus membangun kebiasaan positif dalam mengatur keuangan sejak dini." Dengan demikian, produk perbankan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana menabung, tetapi juga menjadi instrumen edukasi keuangan yang praktis bagi anak-anak sekolah.
Untuk mendorong partisipasi aktif dari para siswa, program ini juga dilengkapi dengan pemberian saldo awal pada setiap rekening SimPel yang baru dibuka. Penyediaan saldo awal bagi siswa di jenjang MI, MTs, dan MA ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai lembaga mitra strategis. Beberapa pihak yang memberikan kontribusi dalam pendanaan saldo awal tersebut adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) sebagai lembaga penyalur utama.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pelaksanaan program ini juga mendapat perhatian penting dari otoritas pengawas keuangan setempat. Beberapa tokoh penting yang mengawal jalannya program inklusi keuangan ini antara lain Bismi Maulana Nugraha yang menjabat sebagai Kepala OJK Sulawesi Tenggara, serta Fuad Zaen selaku Kepala Kantor Perwakilan LPS III. Kehadiran para pimpinan dari lembaga otoritas tersebut menegaskan pentingnya pengawasan dan penjaminan simpanan guna memberikan rasa aman bagi para pelajar serta orang tua dalam memanfaatkan produk tabungan dari perbankan daerah.






