Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kantor Staf Presiden (KSP) memberikan penjelasan resmi mengenai kendala ekspor produk olahan mineral yang terjadi di pelabuhan. KSP mengakui bahwa terdapat lebih dari 100 kapal yang mengangkut produk olahan mineral ekspor sempat mengalami penundaan dan tertahan di pelabuhan. Masalah penahanan kapal-kapal ekspor ini terjadi karena adanya kebingungan dalam implementasi aturan larangan ekspor logam tanah jarang (LTJ).
Meskipun sempat terjadi penundaan yang cukup signifikan pada armada pengangkut tersebut, pihak berwenang memastikan bahwa kendala ini kini telah diselesaikan. Kepala KSP, Dudung Abdurachman, memberikan konfirmasi langsung mengenai situasi terkini di pelabuhan. Dudung Abdurachman menyatakan bahwa lebih dari seratusan kapal yang perjalanannya sempat tertunda kini sudah diperbolehkan untuk kembali berlayar. "Kemarin tuh ada sekitar seratusan lebih kapal yang tertunda. Tapi, sekarang sudah, sudah bisa jalan," kata Kepala KSP, Dudung Abdurachman.








