apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Asprindo Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Melalui Kurikulum Sekolah

Nyaring AranDiterbitkan 4 Agu 2026 - 07.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Asprindo Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Melalui Kurikulum Sekolah
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

JAKARTA - Sebanyak 198 anggota kini telah bergabung dalam Koperasi Citra Nusantara Maju, sebuah wadah yang didirikan untuk memperluas jangkauan pasar produk hasil karya generasi muda. Langkah nyata ini menjadi salah satu landasan bagi Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) dalam mendorong lahirnya wirausaha muda baru melalui jalur pendidikan kewirausahaan sejak di bangku sekolah. Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi persoalan ketenagakerjaan di kalangan lulusan muda.

Gagasan untuk mengintegrasikan dunia usaha ke dalam lingkungan sekolah ini diinisiasi oleh Risma Sitorus, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen Pengembangan UMKM, Koperasi, dan Wirausaha Asprindo. Ide tersebut berawal dari pengalamannya ketika memimpin SMK Citra Nusantara. Saat itu, ia mengamati fenomena di mana banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk memperoleh pekerjaan setelah mereka lulus sekolah. Keprihatinan terhadap masa depan para lulusan inilah yang mendorongnya mengambil keputusan untuk memasukkan mata pelajaran kewirausahaan secara resmi ke dalam kurikulum sekolah.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Melalui program kurikulum tersebut, para siswa tidak sekadar mendapatkan teori dasar mengenai bisnis di dalam kelas. Mereka memperoleh pengajaran serta pendampingan secara berkelanjutan selama tiga tahun masa pendidikan mereka di sekolah. Pendekatan praktis ini sengaja dirancang agar para siswa memiliki waktu yang cukup untuk memahami proses bisnis dari hulu hingga hilir secara bertahap sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat.

Baca Juga

GMR Airports Jajaki Peluang Perluasan Investasi Bandara di Indonesia

GMR Airports Jajaki Peluang Perluasan Investasi Bandara di Indonesia

Dalam proses pembelajarannya, sekolah mengarahkan siswa untuk memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar mereka. Bahan-bahan lokal seperti kayu, bambu, rotan, dan purun diolah menjadi barang-barang kreatif yang memiliki nilai guna. Tidak hanya terbatas pada pembuatan kerajinan tangan, para siswa juga dibekali dengan kemampuan untuk mengolah berbagai produk kuliner yang berbasis pada potensi lokal yang ada di daerah mereka masing-masing.

Untuk memastikan produk buatan siswa mampu bersaing di pasar yang kompetitif, pihak sekolah tidak melepas mereka begitu saja setelah produk selesai dibuat. Sekolah memberikan dukungan penuh berupa pendampingan dalam pengemasan produk, pembuatan desain kemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran. Upaya pendampingan ini dilakukan agar produk yang dihasilkan para siswa memiliki daya saing yang tinggi dan layak untuk dipasarkan kepada masyarakat luas.

Baca Juga

Tiga Indikator Rilis, Airlangga Hartarto Beberkan Bukti Fondasi Ekonomi Indonesia Makin Kokoh

Tiga Indikator Rilis, Airlangga Hartarto Beberkan Bukti Fondasi Ekonomi Indonesia Makin Kokoh

Langkah pembinaan ini diperkuat oleh Asprindo yang turut memberikan dukungan nyata bagi pengembangan usaha para siswa. Asosiasi ini memfasilitasi pengembangan usaha mereka melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha yang lebih luas. Selain itu, Asprindo juga membuka akses promosi yang penting bagi kelangsungan usaha siswa dengan cara mengikutsertakan produk-produk hasil karya mereka dalam berbagai kegiatan pameran dagang.

Sebagai bagian dari strategi perluasan pasar jangka panjang, Risma Sitorus mendirikan Koperasi Citra Nusantara Maju pada tahun 2011. Keberadaan koperasi ini menjadi pilar penting dalam rantai pemasaran produk siswa dan alumni. Hingga saat ini, koperasi tersebut telah memiliki 198 anggota, di mana sebagian besar dari mereka aktif memasarkan produk hasil karya mereka sendiri. Melalui sinergi antara pendidikan sekolah, koperasi, dan dukungan asosiasi seperti Asprindo, program ini diharapkan dapat terus mencetak wirausaha muda mandiri yang siap membuka lapangan kerja baru.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KoperasipendidikanAsprindoWirausaha Muda

Berita Terbaru Lainnya

Pemkab Lombok Tengah Perbarui Rambu Bahaya di Tempat Wisata demi Cegah KecelakaanGMR Airports Jajaki Peluang Perluasan Investasi Bandara di IndonesiaLangkah Strategis Seskab Teddy Merawat Jaringan Dinilai Perlu Dicontoh Para PolitisiMendagri, Data Dukcapil Jadi Fondasi Utama Layanan Publik DigitalIntegrasi Data Kependudukan Menjadi Kunci Efektivitas Kebijakan dan Layanan Publik di DaerahPutusan PN Jakarta Pusat Perkuat Legitimasi Kepemimpinan Muhamad Mardiono di PPPPangkalan Militer Iran di Perbatasan Marivan Diserang, Satu Prajurit Tewas dalam Baku TembakSuhu Ekstrem Capai 42,5 Derajat Celsius, Otoritas Korea Selatan Minta Warga Hentikan Aktivitas Luar Ruangan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap