Para pelaku usaha bengkel las di Indonesia kini memiliki wadah resmi berskala nasional. Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) secara resmi mendeklarasikan pembentukannya dalam sebuah acara yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Langkah ini menandai babak baru bagi penguatan ekosistem industri pengelasan tanah air yang selama ini tersebar di berbagai daerah. Acara deklarasi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman.
Dalam momentum deklarasi tersebut, diselenggarakan pula Musyawarah Nasional pertama yang mengusung tema "Bersatu Membangun Industri Pengelasan Nasional yang Berdaya Saing Global". Agenda utama pertemuan ini menetapkan susunan kepengurusan perdana organisasi. Budi Harta Winata, yang merupakan inisiator sekaligus pendiri APPI, terpilih secara resmi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APPI untuk masa bakti periode 2026–2031. Kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa arah baru bagi pengembangan usaha bengkel las di tingkat nasional.
Pembentukan APPI tidak lepas dari kolaborasi erat antara beberapa asosiasi yang sudah bergerak di bidang konstruksi dan pengelasan. Organisasi ini didirikan dan diinisiasi oleh Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) bersama dengan Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI). Sinergi kedua lembaga ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk merangkul para pelaku usaha pengelasan yang sebagian besar bergerak di sektor mikro, kecil, dan menengah, agar dapat bersaing lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Ketua Umum terpilih, Budi Harta Winata, menegaskan bahwa pendirian APPI didasari oleh semangat kebersamaan. Menurutnya, APPI lahir dari semangat persatuan dan kolaborasi antar-pelaku industri pengelasan. Melalui wadah ini, asosiasi berkomitmen untuk menghimpun, membina, serta memperkuat posisi para pelaku usaha pengelasan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Upaya pembinaan ini dinilai krusial mengingat tantangan industri konstruksi dan pengelasan yang semakin kompleks di masa mendatang.
Untuk mencapai visi tersebut, APPI telah merancang sejumlah program kerja strategis yang berfokus pada peningkatan standar operasional bengkel las. Asosiasi ini berkomitmen mendorong peningkatan kualitas bengkel las di seluruh Indonesia melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Langkah konkret yang akan diambil meliputi penyelenggaraan program pendidikan, pelatihan berkala, fasilitasi sertifikasi profesi bagi para teknisi las, serta penguasaan teknologi pengelasan mutakhir agar pelaku usaha lokal tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi global.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Selain fokus pada aspek peningkatan kapasitas internal dan keahlian teknis, APPI juga menaruh perhatian besar pada aspek bisnis dan perluasan jaringan pasar. Asosiasi ini secara aktif mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri guna memperkuat kemandirian industri nasional. Lebih lanjut, APPI berkomitmen untuk memfasilitasi perluasan akses pasar bagi anggotanya, memperkuat kemitraan dengan berbagai sektor industri skala besar, serta membuka akses pembiayaan yang selama ini sering menjadi kendala utama bagi pelaku usaha bengkel las skala kecil.
Langkah strategis yang diusung oleh APPI ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor industri pengelasan nasional kini dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing global. Melalui penguatan kapasitas di seluruh lini tersebut, industri pengelasan diharapkan mampu memberikan dukungan yang optimal bagi kelancaran berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia serta berkontribusi nyata pada penguatan struktur ekonomi nasional.






