Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi ujian setelah ditutup melemah tipis pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (27/7) sore, indeks parkir di level 6.185, mengalami penurunan sebesar 10,64 poin atau minus 0,17 persen dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data RTI Infokom, aktivitas pasar cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 27,75 miliar saham dan nilai transaksi menyentuh Rp12,15 triliun. Kondisi pasar saat itu memperlihatkan peta kekuatan yang cukup berimbang namun cenderung melemah, di mana terdapat 307 saham yang bergerak menguat, 341 saham terkoreksi, dan 147 saham lainnya bergerak stagnan di tempat.
Memasuki hari perdagangan Selasa (28/7), pergerakan indeks saham domestik diperkirakan masih akan diselimuti oleh sentimen negatif yang dapat menekan posisinya ke zona merah. Kendati demikian, sejumlah analis melihat bahwa tekanan jual ini bersifat sementara. Di balik bayang-bayang koreksi yang membayangi pergerakan hari ini, pasar dinilai masih menyimpan potensi untuk melakukan pembalikan arah atau rebound dalam jangka pendek. Situasi ini menuntut para pelaku pasar untuk lebih jeli dalam membaca momentum pergerakan grafik teknikal.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangannya mengenai arah pergerakan indeks hari ini. Menurut analisisnya, IHSG saat ini tengah berada dalam fase konsolidasi atau koreksi yang wajar. Herditya memperkirakan rentang koreksi indeks akan berada di kisaran 6.074 hingga 6.146. Namun, ia tidak menutup mata terhadap peluang penguatan sesaat yang bisa membawa indeks menguji level 6.262 sampai 6.299. Untuk perdagangan hari ini, ia memproyeksikan batas support di level 6.111 dan 6.007, sementara batas resistance dipatok pada level 6.599 dan 6.705. Di tengah kondisi ini, beberapa saham seperti HRTA, INDY, PGEO, dan WIFI dinilai menarik untuk dicermati.
Senada dengan pandangan tersebut, Ivan Rosanova selaku Analis Binaartha Sekuritas juga memproyeksikan kecenderungan pelemahan indeks untuk perdagangan hari ini. Ivan menjelaskan bahwa IHSG berpotensi turun guna menguji area support kuat di level 6.074. Meskipun tekanan koreksi masih cukup terasa, peluang terjadinya technical rebound jangka pendek menuju level target 6.335 dinilai masih sangat terbuka lebar bagi para investor. Ivan memetakan area support IHSG hari ini berada di level 6.146, 6.074, dan 5.971, sedangkan area resistance berada di level 6.335, 6.545, 6.688, hingga 6.835. Saham-saham yang direkomendasikan olehnya kali ini meliputi ADMR, ANTM, dan ICBP.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Melihat proyeksi dari kedua analis tersebut, pergerakan IHSG hari ini tampaknya akan menjadi ajang pembuktian kekuatan level support penting. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang mungkin terjadi di awal sesi perdagangan, sembari memanfaatkan peluang akumulasi pada saham-saham pilihan saat harganya terkoreksi. Sebagai catatan penting bagi pembaca, ulasan mengenai proyeksi pasar dan rekomendasi saham ini bukan merupakan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Seluruh keputusan finansial dan risiko yang menyertainya tetap menjadi tanggung jawab penuh masing-masing investor.






